Jumat, 25 Februari 2011

karya ilmiah kel 3 sem 3

MAKALAH KELOMPOK
METODE PENULISAN KARYA ILMIAH
PENYUSUNAN PARAGRAF DAN KALIMAT






                                                                                               

        M. Ali Syahbbana                                 09 22 3756


Kelas C. 3. II
Dosen Pembingbing :
Elfiana M. Pd



UNIVERSITAS BATURAJA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
2009/2010


PENYUSUNAN PARAGRAF DAN KALIMAT
A.   PARAGRAF
Paragraf atau alinea ialah bagian terkecil dalam karya tulis yang menyatakan suatu kesatuan pikiran, suatu kesatuan yang lebih luas dari kalimat (Keraf, 1984). Paragraf biasanya terdiri atas kalimat-kalimat yang dirangkai saling berpautan membentuk suatu kesatuan yang runtun dan berkesinambungan. Dalam sebuah paragraf hanya dipaparkan satu topik atau gagasan saja.
Johannes mendefinisikan gaya bahasa tulis sebagai keseluruhan hasil pemilihan kata serta cara menyusun kata-kata itu dalam kalimat, kalimat dalam paragraf, dan paragraf dalam karangan. Gaya bahasa lisan didefinisikan sebagai keseluruhan hasil pemilihan kata. Cara menyusun kata-kata itu dalam kalimat, serta cara mengucapkannya dengan lagu (intonation), irama (rhytm), jeda (pause), tekanan suara, perubahan air muka, dan gerak badan (Johannes, 1979).
Kalau kita perhatikan kedua defenisi tersebut, menjelaskan bahwa dalam ragam tulis karangan perlu dibagi menjadi paragraph - paragraf, sedangkan dalam karangan yang disampaikan secara lisan, seperti pidato. Pembagian karangan menjadi paragraf dapat diimbangi oleh lagu, irama, jeda, tekanan suara, perubahan air muka, dan gerak anggota badan.
Pada hakekatnya menulis karangan yang baik adalah pekerjaan menulis paragraf dengan baik dan merangkainya dalam runtunan yang masuk akal (Sakri, 1988).
Tujuan pembentukan paragraf yaitu :
1.    Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan memisahkan suatu tema dari tema yang lain.
2.    Memisahkan dan menegaskan perhentian secara wajar dan formal.
Syarat paragraf yang baik yaitu :
1.    Kesatuan, semua kalimat yang menyusun paragraph bersama-sama menguraikan dan terpusat pada satu tema atau gagasan saja.
2.    Koherensi, ada kekompakan hubungan antara kalimat-kalimat yang membentuk paragraph. Dapat digunakan kata ganti, kata transisi atau pengulangan kata kunci (Arifin & Tasai, 1993).
a.    Kata ganti, untuk merangkai kalimat dalam paragraph ialah :
1)    Kata ganti orang pertama, kedua atau ketiga, tunggal atau jamak. Seperti saya, kami, kamu, saudara dll.
2)    Kata ganti orang lain. Seperti di sini, di sana, ke sana, begitu, demikian.
b.    Kata Transisi, digunakan untuk menunjukkan berbagai hubungan, seperti :
1)    Hubungan tambahan yaitu selanjutnya, di samping itu.
2)    Hubungan pertentangan yaitu tetapi, namun.
3)    Hubungan perbandingan yaitu sementara itu.
4)    Hubungan akibat yaitu maka, oleh sebab itu.
5)    Hubungan tujuan yaitu untuk itu.
6)    Hubungan singkatan yaitu akhirnya, kesimpulannya.
7)    Hubungan waktu yaitu kemudian, selanjutnya.
8)    Hubungan tempat yaitu berdekatan dengan itu (Arifin & Tasai, 1993).
c.    Pengulangan kata kunci, untuk menghindarkan kebosanan di pihak pembaca, pengulangan ini perlu dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu sering (Sakri, 1998, Arifin & TAsai, 1993).
3.    Pengembangan atau rincian, paragraph harus dikembangkan agar memiliki isi yang memadai, memiliki sejumlah rincian yang terpilih untuk mendukung gagasan utama (Keraf, 1984, Sakri, 1988).
4.    Kesejajaran atau paralelisme. Bila dalam sebuah paragraf diuraikan beberapa rincian dalam bentuk butir-butir, baik yang disusun dari atas ke bawah maupun dari kiri ke kanan, maka butir-butir tersebut hendaknya diungkapkan dalam bentuk yang sejajar atau parallel.
5.    Keterbatasan pada pola, kadang kala sebuah paragraf terasa kurang lancar karena penulis kurang taat asas atau kurang konsisten pada pokok yang diuraikan. Jadi, ketaat-asasan pada pola perlu dijaga (Sakri, 1988).
B.   Macam-Macam Paragraf
Menurut tujuannya ada tiga macam paragraph yaitu :
1.    Paragraf pembuka penghantar pembaca memasuki materi yang akan diuraikan dalam paragraf selanjutnya.
2.    Paragraf penghubung berisi pokok persoalan yang akan dikemukakan. Oleh karena itu, pembuatan paragraf ini memerlukan kecermatan.
3.    Paragraf penutup digunakan untuk menutup karangan atau bagian karangan dan biasanya berisi kesimpulan, harapan atau saran.



C.   Kalimat Topik
Dalam suatu paragraf biasanya terdapat kalimat topic atau kalimat pokok. Kalimat-kalimat lain yang turut membina paragraf itu memuat rincian lebih lanjut tentang gagasan utama. Kalimat topic dapat ditempatkan pada awal paragraf maupun akhir paragraf.
Cara Pengetikan Paragraf ada 2 cara yakni :
1.    Sistem indentasi, awal paragraf diketik masuk beberapa ketukan dari garis tepi kiri.
2.    Sistem blok, awal paragraf diketeik pada garis tepi kiri dengan membuat spasi antara paragraf tersebut dengan baris di atasnya, lebih besar daripada spasi yang digunakan dalam pengetikan naskah.
D.   Kalimat
Kalimat ialah satuan terkecil dalam karangan yang menyampaikan suatu gagasan. Kalimat yang lengkap mempunyai banyak subjek dan predikat, dengan atau tanpa objek dan keterangan lain. Sebuah kalimat dianggap efektif apabila kalimat itu mampu menyampaikan gagasan tepat seperti yang dimaksudkan penulis atau pembicaranya dan menimbulkan minat pada pembaca atau pendengarnya. Ciri-ciri kalimat efektif yaitu :
1.    Struktur yang benar, antara lain ditandai dengan adanya subjek yang jelas dan predikat yang jelas pula. Kejelasan subjek dapat dijaga dengan menghindarkan penempatan kata depan seperti di, Dalam, pada, bagi, untuk. Di depan subjek, demikian juga kata karena, sebagai, tentang, mengenai, berdasarkan. Kata predikat dapat dijaga dengan menghindarkan penempatan kata yang di depan predikat. Kadang kal dijumpai kalimat yang membingungkan dan rancu karena predikat sulit ditemukan. Penempatan kata depan yang tidak tepat dapat pula mengganggu struktur sebuah kalimat. Demikian juga, keterangan yang ditempatkan secara tidak benar dapat mengganggu struktur kalimat.
2.    Diksi yang tepat, diksi yaitu pilihan kata yang tepat sangat penting agar pesan dapat diterima secara efektif. Penulis mahir mampu membedakan nuansa-nuansa berbagai arti kata dan menguasai kosa kata yang luas. Dengan demikian, kata-kata yang dipilih dan disusunnya dalam gaya yang menarik.
3.    Bentuk yang sejajar, kesejajaran bentuk aialah penggunaan bentuk yang sama bagi kata-kata atau yang menduduki fungsi yang sama dalam kalimat.
4.    Gagasan yang masuk akal, selain struktur yang benar, diksi yang tepat, dan bentuk yang sejajar, kalimat juga harus menyampaikan gagsan yang masuk akal.
E.   Penekanan
Dalam sebuah kalimat, mungkin ada kata yang dipentingkan dan harus mendapat tekanan dari unsur-unsur lain. Dalam bahasa tertulis penekanan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara :
1.    Posisi dalam kalimat
2.    Repetisi, kata yang penting dapat pula ditonjolkan dengan melakukan repetisi atau pengulangan. Contoh : kemajuan menyangkut kemajuan di segala bidang, kemajuan kesadaran politik, kesadaran bermasyarakat, kesadaran berekonomi, kesadaran berkebudayaan, dan kesadaran beragama.
3.    Pertentangan, penekanan pada kata yang penting dapat pula dilakukan dengan mengadakan pertentangan.
4.    Partikel penekanan, beberapa partikel penekanan yang bberfungsi untuk menonjolkan kata yang dianggap penting ialah –lah, -kah, -tah dan pun.














DAFTAR PUSTAKA
·         Arifin, E. Z & Tasai. 1993. Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Ed ke-3 PT Medyatama Sarana Perkasa.
·         Keraf, G. 1988. Diksi dan Gaya Bahasa. Pt Gramedia. Jakarta.
·         Sakri, A. 1988. Belajar Menulis Lewat Paragraf. Penerbit ITB. Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar