Jumat, 10 Desember 2010

pa joko kel 5

 KELOMPOK 5
KOMPUTER GRAFIS
Adobe After Effects

        




Di Susun Oleh :
Reny Susanti            09 22 471
         Yeti Mayasari            09 22 405
Rika Andriani            09 22 368
Dedi Sugiarto            09 22 130
Ahmad Arifin            09 22 353

Kelas C. 3. II
Dosen Pembimbing :
Joko Kuswanto, S.Kom

UNIVERSITAS BATURAJA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
2009 / 2010
Adobe After Effects

Defenisi Adobe After Effects
Adobe After Effects adalah salah satu software compositing yang populer dan telah digunakan secara luas dalam pembuatan video, multimedia, film dan web. After Effects terutama dipakai dalam penambahan efek khusus seperti efek petir, hujan, salju, ledakan bom, dan efek khusus lainnya. After Effects telah membantu para praktisi perfilman Hollywood dalam menghasilkan film-film dengan efek khusus yang spektakuler. Spawn, Titanic, Deep Rising, The Jackal adalah beberapa judul film yang telah memanfaatkan potensi After Effects.

            
        











Adanya kesamaan interface antara After Effects dengan keluarga Adobe yang lain seperti Photoshop memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam pemakaiannya. Integrasi After Effects bersama dengan Photoshop, Illustrator, dan Premiere akan menghasilkan karya yang sebelumnya sulit dibayangkan untuk diwujudkan. Pada versi terbarunya, After Effects 6. berbagai fitur yang lebih memudahkan bagi para profesional dalam menghasilkan efek khusus yang inovatif namun dengan tengat waktu yang terbatas.
Cara kerja After Effects
Cara kerja After Effects dimulai dengan membuat Project. Dan setiap Project dapat berisi file video, animasi, gambar, dan suara. Langkah berikutnya adalah membuat composition. Selanjutnya menambahkan item dari project window ke composition window atau timeline window. Setelah itu barulah membuat animasi dan menambahkan efek khusus di Timeline window. Dan terakhir merender Project menjadi Movie, yang kemudian hasil akhirnya dapat dilihat dengan player seperti QuickTime atau Windows Media Player.















Sekilas cara kerja After Effects: A. Source footage B. Project window C. Composition window D. Timeline window E. QuickTime Player. Untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh tentang cara kerja After Effects, maka berikut akan disajikan langkah-langkah untuk membuat animasi yang sederhana menggunakan After Effetcs.
Langkah pembuatan animasi dasar
Pada latihan ini Anda akan membuat animasi untuk keperluan pembukaan sebuah acara TV dengan nama Balloons. Anda diminta menggabungkan berbagai bahan yang berupa video, gambar, dan suara.
Melihat hasil akhir
Sebelum Anda mulai ada baiknya untuk melihat hasil akhir latihan kali ini. Bukalah file Final_balloons.AVI pada folder Latihan_01 dengan Windows Media Player atau QuickTime Player, cukup dengan mengklik dua kali (double-click).
 Kemudian tekan tombol Play, dan Anda akan melihat satu balon yang bergerak dari kecil menjadi besar dan berputar dengan latar belakang berupa awan yang juga bergerak. Kemudian diikuti dengan balon-balon lainnya, dan diakhiri dengan teks “BALLOONS”.
Membuat project
Langkah pertama adalah dengan membuat Project dengan menu:
File > New > New Project
Mengimpor footage
 Kemudian menyiapkan bahan-bahan yang dapat berupa digital video, animation, still-image, dan sound dengan menu Import. Langkah ini dapat pula dilakukan belakangan bila ingin menambahkan file lainnya. File-file yang telah disisipkan dalam Project window ini pada dasarnya hanya semacam daftar saja. File-file ini tetap terpisah dan berada di luar dokumen After Effects. Sehingga salah satu keuntungannya adalah dapat menghemat ukuran file dokumen After Effects. Untuk menyisipkan file dapat dilakukan dengan menu: File > Import > File
Sebagai latihan pilihlah file Sky.AVI yang berupa file video dan Intro.AIF yang berupa file suara. Kemudian akhiri dengan klik tombol Open.
 Selanjutnya ulangi langkah yang sama dan pilihlah file Balloons.PSD. Namun karena file yang disisipkan berupa dokumen Adobe PhotoShop (PSD) yang berisi beberapa layer terpisah, maka pada pilihan File of type pilihlah Photoshop (*.pdf,*.psd) dan pada pilihan Import As pilihlah Composition – Cropped Layer dan akhiri dengan klik tombol Open.
Dan hasilnya dapat Anda lihat pada Project window yang berisi daftar beberapa file yang telah Anda sisipkan. Perhatikan pada folder Ballons Comp 1 yang terdiri dari tiga layer terpisah.
Membuat composition
Langkah selanjutnya adalah membuat composition. Langkah ini dapat pula dilakukan sebelum langkah penyisipan file. Dalam satu Project Anda dapat membuat lebih dari satu Composition. Dan masing-masing Composition dapat diberi nama sesuai kebutuhan. Pada composition ini Anda dapat menentukan ukuran frame animasi (Frame Size),  kecepatan animasi (Frame Rate) dan durasi animasi (Duration). Untuk membuat Composition gunakan menu: Composition > New Composition
 Sebagai latihan pilihlah Preset dengan Medium, 320x240, yang berarti Composition nanti akan berukuran lebar 320 pixel dan tinggi 240 pixel. Kemudian ubahlah Frame Rate menjadi 15 Frame per second (fps) dan Duration menjadi 10 Second (0:00:10:00).
Memindahkan footage
Langkah berikutnya adalah memindahkan footage item dari Project window ke  Timeline window atau Composition window. Anda dapat memilih salah satu footage item di Project window dengan Selection tool kemudian menggesernya (drag) ke Timeline window atau Composition window. Sebaiknya mulailah dengan memilih footage item yang nantinya akan diletakkan pada urutan paling bawah dalam Timeline window.
Sebagai latihan mulailah dengan memindahkan Sky. AVI kemudian folder Balloons. Khusus untuk folder Balloons, supaya masing-masing layernya dapat dimodifikasi secara terpisah maka bukalah Opener (klik pada simbol segitiga kecil) di sebelah kiri folder Balloons pada Project window.
 Kemudian akan muncul tiga layer sesuai dengan jumlah layer pada Adobe PhotoShop. Pindah ketiga layer berisi gambar balon udara satu persatu atau bersama-sama ke Timeline window. Hasilnya kurang lebih akan sama seperti pada gambar di samping.







Menyimpan pekerjaan
Bila semuanya telah disiapkan ada baiknya untuk menyimpan pekerjaan Anda dengan menu: File > Save As
Perhatikan ekstension AEP di belakang nama file dari dokumen After Effects. Menu Save As adalah untuk penyimpanan pertama kali, dan untuk penyimpanan selanjutnya cukup dengan menu: File > Save
Mengatur preview
Apabila semua langkah di atas telah dilakukan maka cobalah untuk melihat Preview-nya dengan menekan tombol Play pada Time Controls palette. Perhatikan gerakan Time Marker pada Timeline window dari kiri ke kanan. Dan juga perhatikan tampilan pada Composition window di mana terlihat gambar langit yang bergerak pada latar belakang dan gambar ketiga balon dalam keadaan diam sepanjang waktu. Loop berguna untuk mengulangi preview secara terus menerus.
 Untuk melihat Preview secara real time maka tekanlah tombol RAM Preview pada Time Controls palette. Namun bila hardware Anda tidak memadai maka Preview tidak akan ditampilkan secara utuh.
Salah satu cara  untuk menghindari hal ini adalah dengan mengurangi resolusi tampilan composition window. Terdapat empat pilihan untuk menampilkan Preview pada Composition window yaitu Full, Half, Third dan Quarter.
 Pilihan Full akan memberikan tampilan yang mendekati sesungguhnya,    namun gerakan yang terlihat lebih lambat    dari
kecepatan sebenarnya. Sebaliknya bila Anda    ingin    melihat gerakannya yang lebih nyata, maka pilihlah Quarter.

pa joko kel 2

RESUME KELOMPOK II
KOMPUTER GRAFIS
ULEAD VIDEO STUDIO

        




Di Susun Oleh :
Mahmud            09 22 409
Redi Fernanda              0922 380
Imelda            09 22 392
                              Rosita                 09 22 210
                 Satriyani                 09 22 279

Kelas C. 3. II
Dosen Pembingbing :
Joko Kuswanto, S. Kom


UNIVERSITAS BATURAJA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
2010



Ulead Video Studio
Pengertian ulead video studio
    Ulead video studio merupakan salah satu software pengolah video. Meskipun dikhususkan untuk melakukan pengeditan video namun sebenarnya juga mempunyai kemampuan yang handal untuk mengolah suara (sound editing) mengolah teks dan juga mengolah image.
Beberapa kelebihan ulead video studio sebagai pengolah video yaitu :
Mengolah / mengedit video dengan midah (user friendky) dan baik sehingga mampu memberikan hasil akhir yang memuaskan.
Tersedia bermacam-macam model transisi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan video.
Overlay yang berfungsi untuk menggabungkan beberapa klip menjadi satu.
Memiliki timeline mode yang dapat diatur sampai pada frame, memberikan timeline dengan ukuran yang beragam.
Kemampuan mengolah suara, dubbing, merekam suara serta format-format yang beragam seperti WAV, MP3, MPA, CDA (compact dist audio).
Proses ekspor-impor video dan sound yang kompatibel dengan berbagai media seperti CDA, MOV, WAV, AVI.
Kreasi video file output NTSC seperti VCD, DVD, SVCD, MPEG, Streaming real video file, Streaming windows media format.
Langkah-langkah menjalankan ulead video studio
    Untuk menjalankan ulead video studio setelah kita klik ulead lalu kita pilih video studio editor, dimana menu ini mempunyai kemampuan penuh dari ulead studio. Kita dapat melakukan seluruh pekerjaan sesuai keinginan dan kemampuan anda dalam memproduksi film.
Adapun beberapa aktivitas dalam editing video adalah sebagai berikut :
Menambahkan klip video.
    Dalam membuat proyek editing video, sebelumnya kita menempatkan semua file yang mau di edit untuk memudahkan dalam pencarian file sebaiknya ditempatkan dalam satu direktori sama. Setelah semua file sudah kita tempatkan dalam satu direktori, maka kita dapat memulai editing video. Untuk menambahkan klip video dalam proyek (track video) dapat dilakukan dengan mengklik ikon insert media files yang terletak dipojok kiri bawah layer video studio. Selain dapat menambahkan klip video dalam proyek kita dapat juga menambah image (gambar), menambahkan audio (suara), mengatur klip video.
Memecahkan klip.
Ripple editing
    Ripple editing memungkinkan beberapa objek dalam track video disatukan atau dikaitkan satu sama lain sehingga jika suatu objek bergeser konsistensi objek yang saling terkait tersebut terjaga. Sebagai contoh, jika klip A mempunyai overlay A1 dan audio A2 (dalam timeline A, A1 dan A2 terpisah) maka ripple editing tidak digunakan dan ada penyisipan klip didepan A, A akan bergeser ke kanan, sedangkan A1 dan A2 tidak bergeser maka posisi A, A1 dan A2 menjadi tidak singkron. Jika ripple editing digunakan dan ada klip didepan A1 atau A2 maka semua bagian akan ikut tergeser.
Menyesuaikan warna
    Untuk melakukan penyesuaian warna pada suatu klip, maka dapat digunakan langkah-langkah sebagai berikut :
Pilih klip pada track video.
Klik color correction pada panel pilihan video.
Sesuaikan warna menurut keinginan anada. Untuk membatalkan penyesuaian warna klik reset. Untuk memakai penyesuaian warna klik saja klip lain daerah kosong pada track video.
Mengembalikan arah main / playback
    Untuk membalikan arah main, misalnya jika sebelum video berjalan kedepan kini akan diubah menjadi berjalan mundur. Sebelum meloncat kebawah dan kini diubah menjadi meloncat naik dan lain-lain. Untuk melakukan hal itu semua langkah-langkah seperti :
Pilihlah klip dalam track video.
Klik (beri tanda pilih) pada reverse video.
Mengatur kecepatan main
    Anda dapat mengatur kecepatan main suatu klip dengan cepat dan mudah. Kecepatan lambat (slow motion) anda memberikan effect “dramatis” sedangkan kecepatan tinggi (lightening motion) akan memberikan effect “komic” untuk mengatur kecepatan main, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
Pilih klip yang akan diatur dalam track video.
Klik pada playback dalam panel pilih video sampai muncul jendela baru.
Geser pada silder atau masukan angka pada speed atau time stectch.
Kilk preview untuk melihat hasil pengaturan. Lalu klik ok untuk melaknasakan pengaturan atau klik cancel untuk membatalkan pengaturan.
Transisi
    Transisi adalah effect perpindahan antara satu klip ke klip yang lain. Ulead video studio menyediakan banyak bentuk transisi siap pakai yang tersimpan dalam library.
Untuk mendapatkan transisi sesuai dengan yang kita inginkan maka dapat dilakukan seperti berikut :
Mengaplikasikan transisi. Cara mengaplikasikan transisi diantara 2 klip adalah dengan mendrag secara langsung transisi yang diinginkan pada posisi antara 2 klip.
Mengubah durasi transisi. Setting baku lamamnya durasi transisi yang diterpakan pada setiap transisi adalah 1 detik. Anda dapat mengubah durasi transisi ini disesuaikan dengan kebutuhan mengubah durasi transisi dapat anda lakukan didalam palet opsi.
Mengubah atribut transisi. Setiap transisi memiliki nilai setting attribute. Atribut adalah setting yang memungkinkan anda mengkustomisasi transisi agar lebih sesuai dengan keingiinan.
Mengganti transisi/ sesuai yang telah teraplikasi didalam timeline dapat anda ubah dengan tipe lain. Cara mengganti transisi adalah memilih transisi pengganti dari dalam library, kemudian secara langsung men-dragnya pada transisi yang akan diganti.
Menghapus transisi. Untuk menghapus transisi teraplikasi adalah dengan memilih transisi tersebut, kemudian menekan tombol del.
Overlay
    Overlay adalah suatu objek yang akan berada diatas objek lain saat dimainkan overlay dibuat dalam track overlay pada track video. Sesungguhnya dalam setiap pemutaran dapat dibuat satu overlay. Akan tetapi dengan sedikit trick nantinya anda membuat suatu film yang berisi lebih dari satu overlay.
Langkah umum untuk membuat suatu overlay adalah sebagai berikut :
Tampilkan track video dalam tampilan timeline.
Atur durasi suatu tampilan klip dengan menggeser silder pengaturan durasi tampilan sehingga klip dengan track video dapat terlihat dengan ukuran yang enak diatur. Anda juga dapat mengklik ikon fit project in timeline window agar tampilan klip yang panjang ditampilkan selebar jendela timeline.
Membuat video klip music dengan menggunakan ulead video studio
Buka program ulead video studi yang sudah diinstal.
Ada beberapa bagian utama di bagian atas layar yaitu capture, edit, effect, overlay, title, audio dan share.
Pilih yang edit.
Pada bagian edit anda dapat melihat ada 3 bagian utama yaitu :
Storyboard view
Untuk melihat semua daftar video yang anda masukkan ke dalam program ini secara thumbnail. Tekan tompl ENLARGE untuk memperbesar.
Time line view
Bagian ini terdapat beberapa bagian yaitu :
Video track (tempat memasukkan video utama).
Overlay track (tempat memasukkan video lain untuk digabung menjadi 1 layar).
Title track (tempat memasukkan tulisan).
Voice track (tempat memasukkan suara berupa rekaman langsung).
Music track (tempat memasukkan suara berupa file music dan sebagainya).
Audio view
RESUME KELOMPOK II
KOMPUTER GRAFIS
ULEAD VIDEO STUDIO

        




Di Susun Oleh :
Mahmud            09 22 409
Redi Fernanda              0922 380
Imelda            09 22 392
                              Rosita                 09 22 210
                 Satriyani                 09 22 279

Kelas C. 3. II
Dosen Pembingbing :
Joko Kuswanto, S. Kom


UNIVERSITAS BATURAJA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
2010



Ulead Video Studio
Pengertian ulead video studio
    Ulead video studio merupakan salah satu software pengolah video. Meskipun dikhususkan untuk melakukan pengeditan video namun sebenarnya juga mempunyai kemampuan yang handal untuk mengolah suara (sound editing) mengolah teks dan juga mengolah image.
Beberapa kelebihan ulead video studio sebagai pengolah video yaitu :
Mengolah / mengedit video dengan midah (user friendky) dan baik sehingga mampu memberikan hasil akhir yang memuaskan.
Tersedia bermacam-macam model transisi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan video.
Overlay yang berfungsi untuk menggabungkan beberapa klip menjadi satu.
Memiliki timeline mode yang dapat diatur sampai pada frame, memberikan timeline dengan ukuran yang beragam.
Kemampuan mengolah suara, dubbing, merekam suara serta format-format yang beragam seperti WAV, MP3, MPA, CDA (compact dist audio).
Proses ekspor-impor video dan sound yang kompatibel dengan berbagai media seperti CDA, MOV, WAV, AVI.
Kreasi video file output NTSC seperti VCD, DVD, SVCD, MPEG, Streaming real video file, Streaming windows media format.
Langkah-langkah menjalankan ulead video studio
    Untuk menjalankan ulead video studio setelah kita klik ulead lalu kita pilih video studio editor, dimana menu ini mempunyai kemampuan penuh dari ulead studio. Kita dapat melakukan seluruh pekerjaan sesuai keinginan dan kemampuan anda dalam memproduksi film.
Adapun beberapa aktivitas dalam editing video adalah sebagai berikut :
Menambahkan klip video.
    Dalam membuat proyek editing video, sebelumnya kita menempatkan semua file yang mau di edit untuk memudahkan dalam pencarian file sebaiknya ditempatkan dalam satu direktori sama. Setelah semua file sudah kita tempatkan dalam satu direktori, maka kita dapat memulai editing video. Untuk menambahkan klip video dalam proyek (track video) dapat dilakukan dengan mengklik ikon insert media files yang terletak dipojok kiri bawah layer video studio. Selain dapat menambahkan klip video dalam proyek kita dapat juga menambah image (gambar), menambahkan audio (suara), mengatur klip video.
Memecahkan klip.
Ripple editing
    Ripple editing memungkinkan beberapa objek dalam track video disatukan atau dikaitkan satu sama lain sehingga jika suatu objek bergeser konsistensi objek yang saling terkait tersebut terjaga. Sebagai contoh, jika klip A mempunyai overlay A1 dan audio A2 (dalam timeline A, A1 dan A2 terpisah) maka ripple editing tidak digunakan dan ada penyisipan klip didepan A, A akan bergeser ke kanan, sedangkan A1 dan A2 tidak bergeser maka posisi A, A1 dan A2 menjadi tidak singkron. Jika ripple editing digunakan dan ada klip didepan A1 atau A2 maka semua bagian akan ikut tergeser.
Menyesuaikan warna
    Untuk melakukan penyesuaian warna pada suatu klip, maka dapat digunakan langkah-langkah sebagai berikut :
Pilih klip pada track video.
Klik color correction pada panel pilihan video.
Sesuaikan warna menurut keinginan anada. Untuk membatalkan penyesuaian warna klik reset. Untuk memakai penyesuaian warna klik saja klip lain daerah kosong pada track video.
Mengembalikan arah main / playback
    Untuk membalikan arah main, misalnya jika sebelum video berjalan kedepan kini akan diubah menjadi berjalan mundur. Sebelum meloncat kebawah dan kini diubah menjadi meloncat naik dan lain-lain. Untuk melakukan hal itu semua langkah-langkah seperti :
Pilihlah klip dalam track video.
Klik (beri tanda pilih) pada reverse video.
Mengatur kecepatan main
    Anda dapat mengatur kecepatan main suatu klip dengan cepat dan mudah. Kecepatan lambat (slow motion) anda memberikan effect “dramatis” sedangkan kecepatan tinggi (lightening motion) akan memberikan effect “komic” untuk mengatur kecepatan main, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
Pilih klip yang akan diatur dalam track video.
Klik pada playback dalam panel pilih video sampai muncul jendela baru.
Geser pada silder atau masukan angka pada speed atau time stectch.
Kilk preview untuk melihat hasil pengaturan. Lalu klik ok untuk melaknasakan pengaturan atau klik cancel untuk membatalkan pengaturan.
Transisi
    Transisi adalah effect perpindahan antara satu klip ke klip yang lain. Ulead video studio menyediakan banyak bentuk transisi siap pakai yang tersimpan dalam library.
Untuk mendapatkan transisi sesuai dengan yang kita inginkan maka dapat dilakukan seperti berikut :
Mengaplikasikan transisi. Cara mengaplikasikan transisi diantara 2 klip adalah dengan mendrag secara langsung transisi yang diinginkan pada posisi antara 2 klip.
Mengubah durasi transisi. Setting baku lamamnya durasi transisi yang diterpakan pada setiap transisi adalah 1 detik. Anda dapat mengubah durasi transisi ini disesuaikan dengan kebutuhan mengubah durasi transisi dapat anda lakukan didalam palet opsi.
Mengubah atribut transisi. Setiap transisi memiliki nilai setting attribute. Atribut adalah setting yang memungkinkan anda mengkustomisasi transisi agar lebih sesuai dengan keingiinan.
Mengganti transisi/ sesuai yang telah teraplikasi didalam timeline dapat anda ubah dengan tipe lain. Cara mengganti transisi adalah memilih transisi pengganti dari dalam library, kemudian secara langsung men-dragnya pada transisi yang akan diganti.
Menghapus transisi. Untuk menghapus transisi teraplikasi adalah dengan memilih transisi tersebut, kemudian menekan tombol del.
Overlay
    Overlay adalah suatu objek yang akan berada diatas objek lain saat dimainkan overlay dibuat dalam track overlay pada track video. Sesungguhnya dalam setiap pemutaran dapat dibuat satu overlay. Akan tetapi dengan sedikit trick nantinya anda membuat suatu film yang berisi lebih dari satu overlay.
Langkah umum untuk membuat suatu overlay adalah sebagai berikut :
Tampilkan track video dalam tampilan timeline.
Atur durasi suatu tampilan klip dengan menggeser silder pengaturan durasi tampilan sehingga klip dengan track video dapat terlihat dengan ukuran yang enak diatur. Anda juga dapat mengklik ikon fit project in timeline window agar tampilan klip yang panjang ditampilkan selebar jendela timeline.
Membuat video klip music dengan menggunakan ulead video studio
Buka program ulead video studi yang sudah diinstal.
Ada beberapa bagian utama di bagian atas layar yaitu capture, edit, effect, overlay, title, audio dan share.
Pilih yang edit.
Pada bagian edit anda dapat melihat ada 3 bagian utama yaitu :
Storyboard view
Untuk melihat semua daftar video yang anda masukkan ke dalam program ini secara thumbnail. Tekan tompl ENLARGE untuk memperbesar.
Time line view
Bagian ini terdapat beberapa bagian yaitu :
Video track (tempat memasukkan video utama).
Overlay track (tempat memasukkan video lain untuk digabung menjadi 1 layar).
Title track (tempat memasukkan tulisan).
Voice track (tempat memasukkan suara berupa rekaman langsung).
Music track (tempat memasukkan suara berupa file music dan sebagainya).
Audio view
Strategi Pembelajaran Inquiri (SPI)
Konsep Dasar SPI
SPI adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui Tanya jawab antara guru dan siswa.
Ciri utama SPI, yaitu :
Menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya SPI menempatkan siswa sebagai subjek belajar.
Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief).
Tujuan SPI adalah mengembangkan kemampuan secara sistematis, logis, dan kritis (mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental).
SPI akan efektif manakala :
Guru mengharapkan siswa dapat menemukan sndiri jawaban dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan.
Jika bahan pelajaran yang akan diajarkan berbentuk kesimpulan.
Jika proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu.
Jika guru akan mengajar pada sekelompok siswa yang rata-rata memiliki kemauan dan kemampuan berpikir.
Jika jumlah siswa yang belajar tak perlu banyak sehingga bisa dikendalikan oleh guru.
Jika guru memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa.
Prinsip-prinsip Penggunaan SPI
SPI merupakan strategi yang menekankan kepada pengembangan intelektual anak. Perkembangan mental (intelektual) itu menurut Piaget dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu :
Maturation / kematangan adalah proses perubahan fisiologis dan anatomis, yaitu proses pertumbuhan fisik.
Physical experiences adalah tindakan-tindakan fisik yang dilakukan individu terhadap benda-benda yang ada di lingkungan sekitarnya.
Social ecperiences adalah aktivitas dalam berhubungan dengan orang lain.
Equilibration adalah proses penyesuaian antara pengetahuan yang sudah ada dengan pengetahuan baru ditemukan.
Prinsip SPI yaitu :
Berorientasi pada pengembangan intelektual
 Tujuan utama dari strategi inquiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Dengan demikian, strategi pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar.
Prinsip interaksi
Proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi, baik interaksi antara siswa maupun interaksi siwa dengan guru, bahkan interaksi antara siswa dengan lingkungan.
Prinsip bertanya
Kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir.
Prinsip belajar untuk berpikir
Proses berpikir yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak dan penggunaan otak secara maksimal.
Prinsip keterbukaan
Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya.
Langkah Pelaksanaan SPI
Orientasi
Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsive. Langkah ini guru mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. Hal yang dapat dilakukan dalam tahap ini seperti :
Menjelaskan topic, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa.
Menjelaskan pokok-pokok kegiatan  yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan.
Menjelaskan pentingnya topic dan kegiatan belajar.
Merumuskan masalah
Masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa.
Masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung teka-teki yang jawabannya pasti.
Konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa.
Merumuskan hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya.
Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.
Menguji hipotesis adalah proses penentuan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data.
Merumuskan tujuan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.
Strategi Pembelajaran Inkuiri Sosial
 
Strategi Pembelajaran Ekspositori
Konsep dan Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Ekspositori
Konsep Pembelajaran Ekspositori
Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi secara optimal.
Terdapat beberapa karakteristik strategi ekspositori
Dilakukan dengan cara menyampaikan materi secara verbal.
Materi yang disampaikan adalah materi yang sudah jadi , seperti data atau fakta.
Tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi pembelajaran itu sendiri.
Strategi pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru dan akan efektif bila :
Guru akan menyampaikan bahan-bahan baru serta kaitannya dengan yang akan dan harus dipelajari siswa.
Apabila guru menginginkan agar siswa mempunyai gaya model intelektual tertentu.
Jika bahan pelajaran yang akan diajarkan cocok untuk dipresentasikan.
Jika ingin membangkitkan keingintahuan siswa tentang topic tertentu.
Guru menginginkan untuk mendemonstrasikan suatu teknik tertentu untuk kegiatan praktek.
Apabila seluruh siswa memiliki tingkat kesulitan yang sama sehingga guru perlu menjelaskan untuk seluruh siswa.
Apabila guru akan mengajar pada sekelompok siswa yang rata-rata memiliki kemampuan rendah.
Prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran ekspositori
Berorientasi pada tujuan
Sebelum strategi ini diterapkan terlebih dahulu, guru harus merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dan terukur. Seperti criteria pada umumnya, tujuan pembelajaran harus dirumuskan dalam bentuk tingkah laku yang dapat diukur pada kompetensi yang harus dicapai oleh siswa.
Prinsip komunikasi
Proses pembelajaran dapat dikatakan sebagai proses komunikasi yang menunjuk pada proses penyampaian pesan dari seseorang (sumber pesan) kepada seseorang atau sekelompok orang (penerima pesan)
Prinsip kesiapan
Kesiapan merupakan salah satu hukum belajar. Setiap individu akan merespon dengan cepat dari setiap stimulus manakala dalam dirinya sudah memiliki kesiapan.
Prinsip berkelanjutan
Pembelajaran bukan hanya berlangsung pada saat itu, akan tetapi juga untuk waktu selanjutnya.
Prosedur Pelaksanaan Strategi Ekspositori
Rumuskan tujuan yang ingin dicapai
Merumuskan tujuan merupakan langkah pertama yang harus dipersiapkan guru.
Kuasai materi pelajaran dengan baik
Penguasaan materi yang sempurna, akan membuat kepercayaan diri seorang guru meningkat, sehingga guru akan mudah mengelola kelas.
Kenali medan dan berbagai hal yang dapat mempengaruhi proses penyampaian
Pengenalan medan yang baik memungkinkan guru dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu proses penyajian materi pelajaran.
Ada beberapa langkah dalam penerapan strategi ekspositori
Persiapan (preparation)
Berikan sugesti yang positif dan hindari sugesti yang negative
Memberikan sugesti yang positif akan membangkitkan kekuatan pada siswa untuk menembus rintangan dalam belajar.
Mulailah dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapai
Dengan mengemukakan tujuan siswa akan paham apa yang harus mereka kuasai serta mau dibawa kemana mereka.
Bukalah file dalam otak siswa
Bagaikan sebuah computer, data akan dapat disimpan manakala sudah tersedia filenya. Demikian juga otak siswa materi pelajaran akan bisa ditangkap dan disimpan dalam memori manakala sudah tersedia file yang sesuai. Artinya sebelum kita menyanpaikan materi pelajaran maka terlebih dahulu kita harus membuka file dalam otak siswa agar materi itu bisa capat ditangkap.
Penyajian
Langkah penyajian adalah langkah penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan. Beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
Penggunaan bahasa
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan sebaiknya bahasa yang bersifat komunikatif dan mudah dipahami
Dalam penggunaan bahasa guru harus memperhatikan tingkat perkembangan audiens atau siswa.
Intonasi suara, adalah pengaturan suara sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.
Menjaga kontak mata dengan siswa
Melalui kontak mata yang selamanya terjaga, siswa bukan hanya akan merasa dihargai oleh guru, akan tetapi juga mereka seakan-akan diajak terlibat dalam proses penyajian.
Menggunakan joke-joke yang menyegarkan, adalah kemampuan guru untuk menjaga agar kelas tetap hidup dan segar melalui penggunaan kalimat atau bahasa yang lucu.
Korelasi, adalah langkah menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitannya dalam struktur pengetahuan yang telah dimilikinya.
Menyimpulkan, adalah langkah dimana siswa dapat mengambil intisari dari proses penyajian.
Mengaplikasikan, adalah langkah unjuk kemampuan siswa setelah mereka menyimak penjelasan guru dan guru dapat mengumpulkan informasi tentang penguasaan dan pemahaman materi pelajaran oleh siswa.
Keunggulan dan kelemahan strategi ekspositori
Keunggulan
Guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran
Strategi ini dianggap sangat efektif
Melalui strategi ini siswa dapat mendengar melalui penuturan tentang suatu materi pelajaran.
Bisa digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar
Kelemahan
Dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik.
Tidak mungkin dapat melayani perbedaan setiap individu baik perbedaan kemampuan, pengetahuan dan gaya belajar.
Lebih banyak digunakan melalui ceramah.
Keberhasilan strategi ini sangat tergantung kepada apa yang dimiliki guru
Lebih banyak terjadi satu arah
BAB II
PEMBAHASAN
Metode dan media pembelajaran dalam standar proses pendidikan
Penggunaan Metode Pembelajaran
Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Berikut ini disajikan beberapa metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran.
Ceramah
Metode ceramah merupakan metode yang sampai saat inisering digunakan oleh setiap guru atau instruktur dan juga sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa.
Kelebihan dan kelemahan metode ceramah
Kelebihan metode ceramah
Ceramah merupakan metode yang murah dan mudah untuk dilakukan.
Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas.
Ceramah dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu ditonjolkan.
Melalui ceramah guru dapat mengontrol keadaan kelas.
Organisasi kelas dengan menggunakan ceramah dapat diatur menjadi lebih sederhana.
Kelemahan metode ceramah
Materi yang dapat dikuasai siswa sebagai hasil dari ceramah akan terbatas pada apa yang dikuasai guru.
Ceramah sering dianggap sebagai metode yang membosankan.
Melalui ceramah sangat sulit untuk mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengerti atau belum.
Langkah-langkah menggunakan metode ceramah
Tahap persiapan
Merumuskan tujuan yang ingin dicapai.
Menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan.
Mempersiapkan alat bantu
Tahap pelaksanaan
Langkah pembukaan
Keberhasilan pelaksanaan ceramah sangat ditentukan oleh langkah ini. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam langkah pembukaan ini
Yakinkan bahwa siswa memahami tujuan yang akan dicapai.
Lakukan langkah apersepsi, yaitu langkah menghubungkan materi pelajaran yang lalu dengan materi pelajaran yang akan disampaikan.
Langkah penyajian
Langkah penyajian adalah langkah penyampaian materi pembelajaran dengan cara berbicara. Untuk menjaga perhatian ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan :
Menjaga kontak mata.
Gunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dicerna oleh siswa.
Sajikan materi pembelajaran secara sistematis, tidak meloncat-loncat, agar mudah ditangkap oleh siswa.
Langkah mengakhiri atau menutup ceramah
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk keperluan tersebut diantaranya :
Membimbing siswa untuk menarik kesimpulan materi pelajaran yang baru saja disampaikan.
Melakukan evaluasi untuk mengetahui kemampuan siswa menguasai materi pembelajaran yang baru saja disampaikan.
Metode demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses.
Kelebihan dan kelemahan metode demonstrasi
Kelebihan metode demonstrasi
Proses pembelajaran akan lebih menarik
Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan.
Kelemahan metode demonstrasi
metode demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang.
metode demonstrasi memerlukan peralatan, bahan-bahan, dan tempat yang menandai metode ini memerlukan pembiayaan yang lebih mahal.
metode demonstrasi memerlukan kemampuan guru yang khusus.
Langkah-langkah menggunakan metode demonstrasi
Tahap persiapan
Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demontrasi berakhir.
Persiapkan garis besar langkah-langkah demontrasi yang akan dilakukan.
Lakukan uji coba demontrasi.


Tahap pelaksanaan
Langkah pembukaan
Aturalah tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas.
Kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa.
Langkah pelaksanaan demonstrasi
Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir.
Ciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari Susana yang menegangkan.
Langkah mengakhiri
Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran.
Metode diskusi
Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan (Killen, 1998).
Kelebihan dan kelemahan metode diskusi
Kelebihan metode diskusi
Metode diskusi dapat merangsang siswa untuk lebih kreatif khususnya dalam memberikan gagasan dan ide-ide.
Dapat melatih untuk membiasakan diri bertukar pikiran dalam mengatasi setiap permasalahan.
Kelemahan metode diskusi
Sering terjadi pembicaraan dalam diskusi dikuasai oleh 2 atau 3 orang siswa yang memiliki keterampilan berbicara.
Kadang-kadang pembahasan dalam diskusi meluas, sehingga kesimpulan menjadi kabur.
Memerlukan waktu yang cukup panjang, yang kadang-kadang tidak sesuai dengan yang direncanakan.
Jenis-jenis diskusi
Diskusi kelas / kelompok
Diskusi kelas adal;ah proses pemecahan masalah yang dilakukan oleh seluruh anggota kelas sebagai peserta diskusi (guru, sumber masalah, dan siswa).
Diskusi kelompok kecil
Diskusi kelompok kecil dilakukan dengan membagi siswa dalam kelompok-kelompok. Jumlah anggota kelompok antara 3-5 orang.
Symposium
Symposium adalah metode mangajar dengan membahas suatu persoalan dipandang dari berbagai sudut pandang berdasarkan keahlian.
Diskusi panel
Diskusi panel adalah pembahasan suatu masalah yang dilakukan oleh beberapa orang panelis yang biasanya terdiri dari 4-5 orang dihadapan audiens.
Langkah-langkah melaksanakan diskusi
Langkah persiapan
Merumuskan tujuan yang ingin dicapai.
Menentukan jenis diskusi yang dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan diskusi.
Pelaksanaan diskusi
Memeriksa segala persiapan yang dianggap dapat mempengaruhi kelancaran diskusi.
Memberikan pengarahan sebelum dilaksanakan diskusi.
Melaksanakan diskusi sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan
Menutup diskusi
Membuat pokok-pokok pembahasan sebagai kesimpulan sesuai dengan hasil diskusi
Metode simulasi
Simulasi berasal dari kata simulate yang artinya berpura-pura dan cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu.
Kelebihan dan kelemahan metode simulasi
Kelebihan metode simulasi
Simulasi dapat dijadikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi situasi yang sebenarnya kelak menghadapi dunia kerja.
Simulasi dapat mengembangkan kreativitas siswa.
Simulasi dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa.
Kelemahan metode simulasi
Pengalaman yang diperoleh melalui simulasi tidak selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Factor psikologis seperti rasa malu dan takut sering mempengaruhi siswa dalam melakukan simulasi.
Jenis-jenis simulasi
Sosiodrama, metode pembelajaran bermain peran untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan fenomena social.
Psikodrama, metode pembelajaran dengan bermain peran yang bertitik tolak dari permasalahan-permasalahan psikologis.
Role playing, metode pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi peristiwa sejarah dan masa datang.
Langkah-langkah simulasi
Persiapan simulasi
Menetapkan masalah atau topic serta tujuan yang hendak dicapai oleh simulasi
Guru memberikan gambaran masalah dalam situasi yang akan disimulasikan
Pelaksanaan simulasi
Simulasi mulai dimainkan oelh kelompok pemeran.
Para siswa lainnya mengikuti dengan penuh perhatian.
Penutup
Melakukan diskusi baik tentang jalannya simulasi maupun materi cerita yang disimulasikan.
Merumuskan kesimpulan.
Pemamfaatan media dan sumber belajar
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi, sangat berpengaruh terhadap penyusunan dan implementasi strategi pembelajaran. Melalui kemajuan tersebut para guru dapat menggunakan berbagai media sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Dengan menggunakan media komunikasi bukan saja dapat mempermudah dan megefektifkan proses pembelajaran, akan tetapi juga bisa membuat proses pembelajaran lebih menarik. Guru dapat menyusun strategi pembelajaran dengan memamfaatkan berbagai media dan sumber belajar.
Konsep dasar media
Ada beberapa konsep media pembelajaran, Rossi dan Breidle (1966:3) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, televise, buku, Koran, majalah, dan sebagainya.
Pentingnya media pembelajaran
Untuk memahami peranan media dalam proses mendapatkan pengalaman belajar bagi siswa, Edgar Dale melukiskannya dalam sebuah kerucut yang kemudian dinamakan kerucut pengalaman (cone of experience) yaitu :
Pengalaman langsung
Pengalaman tiruan
Pengalaman melalui drama
Pengalaman melalui demonstrasi
Pengalaman wisata
Pengalaman melalui pameran
Pengalaman melalui televise
Pengalaman hidup melalui gambar atau film
Pengalaman melalui radio
Pengalaman melalui gambar visual
Pengalaman melalui lambing verbal


Fungsi dan mamfaat penggunaan media pembelajaran
Menangkap suatu objek atau peristiwa-peristiwa tertentu.
Memanipulasi keadaan, peristiwa, atau objek tertentu.
Menambah gairah dan motivasi belajar siswa
Klasifikasi dan macam-macam media pembelajaran
Dilihat dari sifatnya
Media auditif yaitu media yang hanya dapat didengar saja seperti radio
Media visual yaitu media yang hanya dapat dilihat saja seperti foto
Media audiovisual yaitu jenis media yang selain mengandung unsure suara juga mengandung unsure gambar seperti video
Dilihat dari kemampuan jangkauannya
Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak seperti radio dan televisi
Media yang mempunyai daya liput yang terbatas seperti video dan film
Dilihat dari cara pemakaiannya
Media yang diproyeksikan seperti film dan slide.
Media yang tidak diproyeksikan seperti gambar, foto dan radio.
Prinsip-prinsip pengunaan media
Media yang harus digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Media yang digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran.
Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan dan kondisi siswa.
Media yang akan digunakan harus memerhatikan efektivitas dan efisien.
Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya.

Sumber belajar
Sumber belajara adalah segala sesuatu yang dapat dimamfaatkan oleh siswa untuk mempelajari bahan dan pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
Sumber belajar seperti :
Manusia, manusia merupakan sumber utama dalam proses pembelajaran
Alat dan bahan pengajaran
Alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk membantu guru; sedangkan bahan pengajaran adalah segala sesuatu yang mengandung pesan yang akan disampaikan kepada siswa
Berbagai aktivitas atau kegiatan, adalah segala perbuatan yang sengaja dirancang oleh guru untuk memfasilitasi kegiatan belajar siswa seperti kegiatan diskusi.
Lingkungan atau setting, adalah segala sesuatu yang dapat memungkinkan siswa belajar. Seperti gedung, perpustakaan.
MAKALAH KELOMPOK
STRATEGI PEMBELAJARAN
SISTEM PEMBELAJARAN DALAM
STANDAR PROSES PENDIDIKAN

        




Di Susun Oleh :
M. Ali Syahbana        09 22 255
Redi Fernanda              0922 380
Rendy Yudha Pratama    09 22 392

Kelas C. 3. II
Dosen Pembingbing :
Nora Agustina M. Pd


UNIVERSITAS BATURAJA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
 NOVEMBER 2010

KATA PENGANTAR

    Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah ini tanpa hambatan. Makalah ini akan membahas tentang Sistem Pembelajaran dalam Standar Proses Pendidikan. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada semua pihak yang senantiasa memberi dukungan kritik dan saran sehingga terselesaikannya makalah ini. Makalah ini kami susun berdasarkan ilmu-ilmu serta konsep yang kami dapatkan dari bahan yang berhubungan dengan materi Sistem Pembelajaran dalam Standar Proses Pendidikan.
Semoga makalah ini bermamfaat bagi penulis dan pembaca setelah memahami dan mengerti isi dari pembahasan makalah ini, tetapi di  dalam penulisan makalah ini masih banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kami  mengharapkan adanya kritikan serta saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
















DAFTAR ISI

Halaman……………………………………..…….…………………………………………i
Kata Pengantar…………………………...…………………………………………………..ii
Daftar Isi…………………………………………………………………………………......iii
Pendahuluan
Latar belakang…………………………………………..…………………....1
Tujuan ………………………………….…………………………………....1
Rumusan Masalah …………………………………………………………...1
Pembahasan
Pengertian dan kegunaan sistem…..……………………………………........2
Factor-faktor yang berpengaruh terhadap sistem pembelajaran......………....3
Komponen-komponen system pembelajaran..............………………...….....4
Penutup
Kesimpulan……………………………………………….……………….....7
Saran…………………………………………………………........................7
Daftar Pustaka














BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Penyusunan standar proses pendidikan dapat menentukan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sebagai upaya ketercapaian standar kompetensi lulusan. Dengan demikian, standar proses dapat dijadikan pedoman oleh setiap guru dalam pengelolaan proses pembelajaran serta menentukan komponen-komponen yang dapat mempengaruhi proses pendidikan.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menentukan kualitas proses pendidikan adalah pendekatan sistem. Melalui pendekatan sistem ini kita dapat melihat berbagai aspek yang dapat mempengaruhi keberhasilan suatu proses.

Tujuan
Dengan adanya pembahasan materi ini makalah ini bertujuan agar mahasiswa/mahasiswi sekalian dan para pembaca dapat mengerti dan memahami lebih dalam lagi tentang bagaimana cara menentukan kualitas proses pendidikan melalui pendekatan sistem. Semoga kita juga mampu mengerti, memahami dan menerapkan sistem pembelajaran tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari.

Rumusan Masalah
Pengertian sistem
Kegunaan sistem
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sistem pembelajaran
Komponen-komponen sistem pembelajaran






BAB II
PEMBAHASAN
            Sistem Pembelajaran dalam Standar Proses Pendidikan

Pengertian dan Kegunaan Sistem
    Sistem adalah satu kesatuan komponen yang satu sama lain saling berkaitan dan saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan pengertian tersebut, maka ada tiga hal penting yang menjadi karakteristik suatu sistem. Pertama, setiap sistem mempunyai tujuan. Tujuan merupakan ciri utama suatu sistem. Tujuan merupakan arah yang harus dicapai oleh suatu pergerakan sistem. Kedua, sistem selalu mengandung suatu proses. Proses adalah rangakaian kegiatan. Ketiga, proses kegiatan dalam suatu sistem selalu melibatkan dan memanfaatkan berbagai komponen atau unsur-unsur tertentu. Oleh karena itu, suatu sistem tidak mungkin hanya memiliki satu komponen saja. Sistem memerlukan dukungan berbagai komponen yang satu sama lain saling berkaitan.
    Sistem erat kaitannya dengan perencanaan. Perencanaan adalah pengambilan keputusan bagaimana memberdayakan komponen agar tujuan berhasil dengan sempurna. Contohnya, manusia merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen seperti komponen mata untuk melaksanakan fungsi penglihatan, komponen telinga untuk melaksanakan fungsi pendengaran dan lain sebagainya. Manakala salah satu atau sebagian besar komponen tidak berfungsi maka akan merusak sistem secara keseluruhan.
Sistem berfungsi untuk merancang suatu proses pembelajaran. Perencanaan adalah suatu proses dan cara berpikir yang dapat membantu menciptakan hasil yang diharapkan (Ely, 1979). Oleh karena itulah proses perencanaan yang sistematis dalam proses pembelajaran mempunyai beberapa keuntungan di antaranya :
Melalui sistem yang matang, guru akan terhindar dari kesalahan mengajar.
Melalui sistem perencanaan yang sistematis, guru dapat menentukan berbagai strategi yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Melalui sistem perencanaan, guru dapat menentukan berbagai langkah dalam memamfaatkan berbagai sumber dan fasilitas yang ada untuk ketercapaian tujuan.
Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Sistem Pembelajaran
    Terdapat beberapa factor yang dapat mempengaruhi kegiatan proses sistem pembelajaran, diantaranya :
Faktor Guru
    Guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu strategi pembelajaran. Menurut Dunkin (1974) ada sejumlah aspek yang dapat mempengaruhi kualitas proses pembelajaran dilihat dari faktor guru yaitu :
Teacher formative experience, meliputi jenis kelamin serta semua pengalaman hidup guru yang menjadi latar belakang social mereka.
Teacher training experience, meliputi pengalaman-pengamalaman yang berhubungan dengan aktivitas dan latar belakang pendidikan guru.
Teacher properties adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan sifat yang dimiliki guru.
Selain latar guru seperti di atas, pandangan guru terhadap mata pelajaran yang diajarkan juga dapat pula mempengaruhi proses pembelajaran.
Faktor siswa
    Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya. Perkembangan anak adalah perkembangan seluruh aspek kepribadiannya, akan tetapi tempo dan irama perkembangan masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama
Seperti halnya guru, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dilihat dari aspek siswa meliputi aspek latar belakang siswa yang menurut Dunkin yaitu :
Pupil formative experience, aspek ini meliputi aspek latar belakang meliputi jenis kelamin siswa, tempat kelahiran, tempat tinggal siswa, tingkat social ekonomi siswa, dari keluarga yang bagaimana siswa berasal, dan lain-lain.
Pupil properties, dilihat dari sifat yang dimiliki siswa meliputi kemampuan dasar, pengetahuan dan sikap.
Faktor sarana dan prasarana
    Dilihat dari dimensi lingkungan ada dua faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran, yaitu factor organisasi kelas dan faktor iklim sosial-psikologis. Faktor organisasi kelas yang di dalamnya meliputi jumlah siswa dalam satu kelas merupakan aspek penting yang bisa mempengaruhi proses pembelajaran. Organisasi kelas yang terlalu besar akan kurang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kelompok belajar yang besar dala satu kelas bercenderungan :
Sumber daya kelompok akan bertambah luas sesuai dengan jumlah siswa, sehingga waktu yang tersedia akan semakin sempit.
Kelompok belajar akan kurang mampu memamfaatkan dan menggunakan semua sumber daya yang ada. Misalnya, dalam penggunaan waktu diskusi.
Kepuasan belajar setiap siswa akan cenderung menurun.
Perbedaan individu antara anggota akan semakin tampak, sehingga akan semakin sukar mencapai kesepakatan.
Anggota kelompok yang terlalu banyak berkecenderungan akan semakin banyak siswa yang terpaksa menunggu untuk sama-sama maju mempelajari materi pelajaran baru.
Anggota kelompok yang terlalu banyak akan cenderung semakin banyak siswa yang enggan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan kelompok.
Faktor lain dari dimensi lingkungan yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran adalah faktor iklim sosial-psikologis. Maksudnya, keharmonisan hubungan antara orang yang terlibat dalam proses pembelajaran. Iklim sosial ini dapat terjadi secara internal atau eksternal.
Iklim social-psikologis secara internal adalah hubungan antara orang yang terlibat dalam lingkungan sekolah, misalnya iklim sosial antara siswa dengan siswa, antara siswa dengan guru, antara guru dengan guru, bahkan antara guru dengan pimpinan sekolah. Iklim sosial-psikologis eksternal adalah keharmonisan hubungan antara pihak sekolah dengan dunia luar, misalnya hubungan sekolah dengan orang tua siswa, hubungan sekolah dengan lembaga-lembaga masyarakat, dan lain sebagainya.
Komponen-komponen Sistem Pembelajaran
    Belajar adalah proses perubahan tingkah laku. Namun demikian, kita akan sulit melihat bagaimana proses terjadinya perubahan tingkah laku dalam diri seseorang. Sebenarnya kita bisa menentukan apakah seseorang telah belajar atau belum, yaitu dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. Coba kita simak bagan dibawah ini.
Proses

Input
Output

    Dari bagan di atas, maka dapat kita lihat, bahwa telah terjadi proses belajar pada diri seseorang (S) manakala terjadi perubahan dari S sebagai input S’ sebagai output. Misalnya sebelum seseorang mengalami proses belajar, ia tidak tahu konsep tentang “X”, tapi setelah ia mengalami proses pembelajaran, ia jadi paham tentang konsep “X”, dengan demikian dapat dikatakan seseorang itu telah belajar. Sebainya, manakala sebelum mengalami proses pembelajaran ia tidak tahu tentang “X”, dan setelah ia mengalami proses pembelajaran masih tetap tidak tahu tentang “X”, maka dapat dikatakan bahwa sebenarnya ia tidak belajar atau proses pembelajaran dianggap gagal.
    Sebagai suatu sistem kita perlu menganalisis berbagai komponen yang membentuk system proses pembelajaran. Untuk itu coba kita lihat bagan dibawah ini.
Proses

Output
Input
Tujuan



Isi/materi



Metode


Evaluasi
Media



   
    Dari bagan tersebut dapat dilihat bahwa sebagai suatu system, proses pembelajaran terdiri dari beberapa komponen yang satu sama lain saling berinteraksi. Komponen-komponen tersebut adalah tujuan, materi pelajaran, metode atau strategi pembelajaran, media dan evaluasi.
    Tujuan merupakan komponen yang penting dalam sistem pembelajaran. Isi atau materi pelajaran merupakan komponen kedua dalam system pembelajaran dan inti dalam proses pembelajaran. Strategi atau metode adalah komponen yang juga mempunyai fungsi yang sangat menentukan. Keberhasilan pencapaian tujuan sangat ditentukan oleh komponen ini. Alat dan sumber, walaupun fungsinya sebagai alat bantu, akan tetapi memiliki peran yang tidak kalah pentingnya. Dan evaluasi merupakan komponen terakhir dalam sistem proses pembelajaran. Evaluasi bukan saja berfungsi untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, tetapi juga berfungsi sebagai umpan balik bagi guru atas kinerjanya dalam pengelolaan pembelajaran. Melalui evaluasi kita dapat melihat kekurangan dalam pemamfaatan berbagai komponen system pembelajaran.
























BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Melalui pembahasan di atas dapat diperoleh pemahaman bahwa Sistem adalah satu kesatuan komponen yang satu sama lain saling berkaitan dan saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.  Ada tiga hal penting yang menjadi karakteristik suatu sistem. Pertama, setiap sistem mempunyai tujuan. Tujuan merupakan ciri utama suatu sistem. Kedua, sistem selalu mengandung suatu proses. Proses adalah rangakaian kegiatan. Ketiga, proses kegiatan dalam suatu sistem selalu melibatkan dan memanfaatkan berbagai komponen atau unsur-unsur tertentu.
Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan proses sistem pembelajaran, diantaranya faktor Guru, faktor siswa, faktor sarana dan prasarana.
Saran

Semoga dengan adanya penjelasan dari makalah ini, penyusun maupun pembaca memahami tentang sistem pembelajaran dalam standar proses pendidikan kita. Serta bisa menjadi acuan untuk sitem pembelajaran yang akan kita lakukan pada pembelajaran yang sebenarnya.









DAFTAR PUSTAKA
Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi, standar proses pendidikan. Jakarta.

bu nora kel 2

MAKALAH KELOMPOK
STRATEGI PEMBELAJARAN
STANDAR PROSES PENDIDIKAN

        




Di Susun Oleh :
Askur Arifin            09 22 365
M. Choirul Efendi        0922 417
Viddin Slamet Riadi    09 22 320

Kelas C. 3. II
Dosen Pembingbing :
Nora Agustina M. Pd


UNIVERSITAS BATURAJA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
7 NOVEMBER 2010
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini tanpa hambatan. Makalah ini akan membahas tentang Standar Proses Pendidikan. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada semua pihak yang senantiasa memberi dukungan kritik dan saran sehingga terselesaikannya makalah ini. Makalah ini kami susun berdasarkan ilmu-ilmu serta konsep yang kami dapatkan dari bahan yang berhubungan dengan materi Standar Proses Pendidikan.
Semoga makalah ini bermamfaat bagi penulis dan pembaca setelah memahami dan mengerti isi dari pembahasan makalah ini, tetapi di  dalam penulisan makalah ini masih banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kami  mengharapkan adanya kritikan serta saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.












DAFTAR ISI

Halaman……………………………………..………….…………………………………………i
Kata Pengantar…………………………...……………………………………………………….ii
Daftar Isi……………………………………………………………………………………….....iii
Pendahuluan
Latar belakang…………………………………………..………………………..1
Tujuan ………………………………….………………………………………...1
Rumusan Masalah ………………………………………………………………..1
Pembahasan
Perlunya Standar Proses Pendidikan………………………………………...........2
Pengertian Standar Proses Pendidikan.........……………………………………...3
Fungsi Standar Proses Pendidikan..............……………………………………....4
Keterkaitan Standar Proses Pendidikan dengan Standar Lainnya..........................5
Penutup
Kesimpulan…………………………………………………….……………….....8
Saran………………………………………………………………........................8
Daftar Pustaka








BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Pendidikan di Indonesia sekarang mulai berkembang pesat untuk maju sedikit demi sedikit bersaing dengan Negara lain. Selain berkembang ada satu hal atau masalah yang sedang dihadapi di dunia pendidikan kita, yaitu masalah lemahnya proses pembelajaran yang mengaitkan tentang standar proses pendidikan.  Proses pembelajaran yang diberikan dari pendidikan terdahulu hingga sekarang masih menjadi kebiasaan bagi kita. Karena proses ini hanya menuntut kemampuan anak untuk menghafal informasi tanpa harus memahami maksud dan tujuan dari informasi tersebut. Serta mengembangkan kemampuan mereka dalam kehidupan nyata.

Tujuan
Dengan adanya pembahasan materi ini makalah ini bertujuan agar mahasiswa/mahasiswi sekalian dan para pembaca dapat mengerti dan memahami lebih dalam lagi tentang masalah yang dihadapi dan cara mengatasi teknik pembelajaran di dalam pendidikan kita khususnya dalam standar proses pendidikan kita. Semoga kita juga mampu mengerti, memahami dan menerapkan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

Rumusan Masalah
mengapa perlunya standar proses pendidikan
Defenisi standar proses pendidikan
Fungsi standar proses pendidikan
Keterkaitan standar proses pendidikan dengan standar


BAB II
PEMBAHASAN
        Standar Proses Pendidikan

Perlunya Standar Proses Pendidikan
Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses ini anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses ini diarahkan kepada kemampuan anak untuk menghafal informasi; otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami dan dilaksanakan di kehidupan sehari-hari. Contoh mata pelajaran bahasa tidak diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, karena yang dipelajari lebih banyak bahasa sebagai ilmu ilmu bukan sebagai alat komunikasi. Anak juga hafal bagaimana langkah-langkah berpidato, tetapi mereka bingung ketika mereka disuruh bicara dimuka umum. Demikian juga anak hafal bagaimana cara membuat suatu karya tulis, tetpai ketika harus menulis ia bingung harus dari mana memulai dan lain sebagainya.
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Terdapat beberapa hal yang sangat penting untuk kita kritisi dari konsep pendidikan menurut uu tersebut. Pertama, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana, hal ini berarti proses pendidika, hal ini berarti proses pendidikan di sekolah bukanlah proses yang dilaksanakan secara asal-asalan, akan tetapi proses yang bertujuan sehingga segala sesuatu yang dilakukan guru dan siswa diarahkan pada pencapaian tujuan.
Kedua, proses pendidikan yang terencana itu diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, hal ini berarti pendidikan tidak boleh mengesampingkan proses belajar. Ketiga, suasana belajar dan pembelajaran itu diarahkan agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya, ini berarti proses pendidikan itu harus berorientasi kepada siswa (student active learning).
Keempat, akhir dari proses pendidikan adalah kemampuan anak memiliki kekuatan spritiual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Hal ini berarti proses pendidikan berujung kepada pembentukan sikap, pengembangan kecerdasan, serta pengembangan keterampilan anak sesuai dengan kebutuhan.
Pengertian Standar Proses Pendidikan
Standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lululsan (PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 6). Dari pengertian tersebut, beberapa hal yang perlu digaris bawahi. Pertama, standar proses pendidikan adalah standar nasioanl pendidikan, yang berarti standar proses pendidikan dimaksud berlaku untuk setiap lembaga pendidikan formal pada jenjang pendidikan tertentu dimanapun lembaga pendidikan itu berada secara nasional. Kedua, standar proses pendidikan berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran yang berarti dalam standar proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, standar proses pendidikan dimaksud dapat dijadikan pedoman bagi guru dalam pengelolaan pembelajaran. Ketiga, standar proses pendidikan diarahkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Dengan demikian, standar kompetensi lulusan merupakan sumber atau rujukan utama dalam menentukan standar proses pendidikan. Karena itu, sebenarnya standar proses pendidikan bisa dirumuskan dan diterapkan manakala tersusun standar kompetensi lulusan.
Lemahnya proses pembelajaran yang dikembangkan guru saat ini seperti yang dijelaskan merupakan salah satu proses masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita. Proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas di laksanakan sesuai dengan kemampuan guru dan selera guru. Padahal pada kenyataannya kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran tidak merata sesuai dengan latar belakang pendidikan guru serta motivasi dan kecintaan mereka terhadap profesinya. Ada guru yang dalam melaksanakan pengelolaan pembelajarannya dilakukan dengan sungguh-sungguh melalui perencanaan yang matang, dengan memamfaatkan seluruh sumber daya yang ada dan memerhatikan taraf perkembangan intelektual dan perkembangan psikologi belajar anak. Guru yang demikian akan dapat menghasilkan kualitas lulusan yang lebih tinggi dibandingkan dengan guru yang dalam pengelolaan pembelajarannya dilakukan seadanya tanpa mempertimbangkan berbagai factor yang bisa mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Dalam rangka inilah standar proses pendidikan dikembangkan. Melalui standar proses pendidikan setiap guru dapat mengembangkan proses pembelajaran sesuia dengan rambu-rambu yang ditentukan.
Fungsi Standar Proses Pendidikan
Secara umum, SPP sebagai standar nasional yang harus dilakukan memiliki fungsi sebagai pengendali proses pendidikan untuk memperoleh kualitas hasil dan proses pembelajaran.
Fungsi SPP dalam Rangka Mencapai Standar Kompetensi yang Harus Dicapai
Proses pendidikan berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, yakni kompetensi yang harus dicapai dalam ikhtiar pendidikan. Bagaimana bagus dan idealnya suatu rumusan kompetensi, pada akhirnya keberhasilan sangat tergantung kepada proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Berkaitan dengan hal itu, SPP berfungsi sebagi alat untuk mencapai tujuan pendidikan serta program yang harus dilaksanakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Fungsi SPP bagi Guru
SPP bagi guru berfungsi sebagai pedoman dalam membuat perencanaan program pembelajaran, baik program untuk periode tertentu maupun program pembelajaran harian, dan sebagai pedoman untuk implementasi program dalam kegiatan nyata di lapangan. Oleh sebab itu, guru perlu memahami dan menghayati prinsip-prinsip SPP.
Fungsi SPP bagi Kepala Sekolah
SPP bagi Kepala Sekolah berfungsi :
Sebagai barometer atau alat pengukur keberhasilan program pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Kepala sekolah dituntut untuk menguasai dan mengontrol apakah kegiatan proses pendidikan yang dilaksanakan berpijak pada standar proses yang telah ditentukan atau tidak.
Sebagai sumber utama dalam merumuskan berbagai kebijakan sekolah khususnya dalam menentukan dan mengusahakan ketersediaan berbagai keperluan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang proses pendidikan.
Fungsi SPP bagi Para Pengawas (Supervisor)
Bagi para pengawas, SPP berfungsi sebagai pedoman, patokan, atau ukuran dalam menetapkan bagian mana yang perlu disempurnakan atau diperbaiki oleh setiap guru dalam pengelolaan proses pembelajaran.
Fungsi SPP bagi Dewan Sekolah dan Dewan Pendidikan
Fungsi SPP bagi lembaga ini untuk :
Menyusun program dan memberikan bantuan khususnya yang berhubungan dengan penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan oleh seolah atau guru untuk pengelolaan proses pembelajaran yang sesuai dengan standar minimal.
Memberikan saran-saran, usul atau ide kepada sekolah, khususnya guru dalam pengelolaan pembelajaran yang sesuai dengan standar nasional.
Melaksanakan pengawasan terhadap jalannya proses pembelajaran khususnya yang dilakukan oleh guru.
Keterkaitan Standar Proses Pendidikan dengan Standar Lainnya
Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasioanal dikatakan bahwa standar nasional pendidikan adalah criteria minimal tentang system pendidikan di seluruh wilayah hokum NKRI (PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 1). Selanjutnya selain SPP ada beberapa standar lain yang ditetapkan dalam standar nasional itu, Yaitu :
Standar kompetensi lulusan (SKL) menurut PP No. 19 Tahun 2005 Ayat 4 adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. SKL meliputi semua jenjang pendidikan, oleh karena itu ada SKL untuk SMK. SKL merupakan seumber perumusan standar-standar lainnya, sebab apa yang harus dilakukan, bagaimana cara melakukannya, akan sangat tergantung kepada lulusan yang bagaimana yang harus dicipatakan.
Standar Isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu (PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 5). SI disusun tentu saja sesuai dengan SKL.
Standar Proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai SKL (PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 6). Melalui SP inilah setiap satuan pendidikan diatur bagaimana seharusnya proses pendidikan ini berlangsung. Dengan demikian, SP dapat dijadikan pedoman bagi guru dalam melaksanakan tugas mengajarnya.
Standar pendidik dan tenaga kependidikan (SPTK) adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan (PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 7). Selanjutnya, SP akan menentukan kulaifikasi setiap guru sebagai tenaga professional yang dapat menunjang keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan.
Standar sarana dan prasarana (SSP) adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, serta sumber belajar lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan TIK (PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 8). Standar sarana merupakan standar yang cukup penting karena standar proses pendidikan hanya mungkin dapat dilakukan manakala ada standar sarana yang memadai.
Standar Pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan (PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 9).
Standar Pembiayaan adalah standar nasional yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun (PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 10).
Standar Penilaian (SP) Pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik (PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 11).
    Bagan tersebut menggambarkan : pertama, SPP ditentukan oleh SKL dan SI. Artinya, proses pendidikan yang bagaimana harus dilakukan oleh guru harus sesuai dengan SKL dan SI, baik untuk jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTS, atau SMA/MAN. Kedua, efektifitas dan kelancaran SPP dapat dipengaruhi atau tergantung kepada tenaga pendidik dan kependidikan serta sarana dan prasarana. Oleh sebab itu, disamping SPP perlu juga dirumuskan SPTK serta SSP. Ketiga, efektivitas standar proses selanjutnya akan diukur oleh SP. Dalam SP ditetapkan mekanisme, prosedur, dan instrument penilaian. Keempat, keberhasilan pencapaian standar minimal pendidikan tentu saja sangat tergantung kepada pembiayaan dan pengelolaan yang dilakukan pada setiap jenjang atau satuan pendidikan. Oleh sebab itu, perlu juga ditetapkan standar pengelolaan dan standar pembiayaan.
    Dari uraian diatas, maka tampak SPP merupakan jantungnya dalam system pendidikan. Bagaimana pun bagus dan idealnya SKL serta lengkapnya SI, namun tanpa diimplementasikan ke dalam proses pendidikan, maka semuanya tidak akan berarti apa-apa. Oleh sebab itu, dalam implementasikan SPP guru perlu memahami sekurang-kurangnya tiga hal. Pertama, pemahaman dlam perencanaan program pendidikan, yaitu menyangkut pemahaman dalam menjabarkan isi ke dalam bentuk silabus yang dapat dijadikan dalam pembelajaran. Kedua, pemahaman dlam pengelolaan pembelajaran termasuk dalam disain dan implementasi strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan dan isi pendidikan. Ketiga, pemahaman tentang evaluasi, baik yang berhubungan dengan evaluasi proses maupun evaluasi hasilpembelajaran.




BAB III
PENUTUP
Kesimpulan

Melalui pembahasan di atas dapat diperoleh pemahaman bahwa Standar Proses Pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. SPP juga memiliki fungsi sebagai pengendali proses pendidikan untuk memperoleh kualitas hasil dan proses pembelajaran.
Standar Proses Pendidikan juga merupakan jantungnya dalam sistem pendidikan. Bagaimanapun bagus dan idealnya jenis standar lain, namun bila tidak di implementasikan ke dalam proses pendidikan maka semuanya tidak akan berarti apa-apa.
Saran

Semoga dengan adanya penjelasan dari makalah ini, penyusun maupun pembaca mampu dan bisa mengatasi masalah yang sedang di hadapi di dalam dunia pendidikan kita. Serta bisa menjadi acuan untuk teknik pembelajaran yang akan kita berikan kepada peserta didik.










DAFTAR PUSTAKA
Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi, standar proses pendidikan. Jakarta.

Rabu, 08 Desember 2010

pengertian enterpreneurship


Enterpreneurship merupakan hal yang lebih merujuk kepada kepribadian dan semangat tertentu, yaitu pribadi yang mulia, kemandirian, inovasi, pengambilan keputusan dan penerapan tujuan yang telah dipertimbangkan.
 Entrepreneur merupakan seorang yang mempunyai mental dan semangat entrepreneurship, bermental kuat, mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, efisiensi waktu, kreativitas, ketabahan, ulet, kesungguhan, dan bertujuan untuk selalu mempersiapkan pribadi maupun masyarakat agar data hidup layak sebagai manusia, sehingga kehadirannya berdampak positif bagi pengembangan dirinya sendiri, masyarakat, alam dan kehidupan (Nasution, et al 2001).
Faktor Keuntungan Interpreneur Di Indonesia
1.      Pengelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausaha menjadi seorang Pemimpin yang penuh kekuasaan.
2.      Peluang untuk mengembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan    
      Keuntungan dapat memotivasikan wirausaha.
3.      Bebas dalam mengelola keuangan usaha yang dijalankan dan merasa kekayaan sebagai milik sendiri.
A.    Faktor Kemajuan dan Kemunduran Interpreneur di Indonesia
1.      Kemajuan
a.       Motivasi
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Center for Entrepreneurial Research (dalam Zimmerer & Scarborough; 1998) menemukan 69% siswa menengah atas ingin mulai menjalankan usaha mereka sendiri. Motivasi utamanya adalah be their own bosses.
b.      Usia
Menurut National Federation of Independent Businesess, Washington, usia saat seseorang memulai usaha sendiri adalah sebagai berikut (dalam Zimmerer & Scarborough, 1998). Usia Kronologis bervariasi. Ronstandt (dalam Staw1991) menyatakan bahwa kebanyakan wirausaha memulai usahanya antara usia 25-30 tahun. Sementara Staw (1991), mengungkapkan bahwa umumnya pria memulai usaha sendiri ketika berumur 30 tahun dan wanita pada usia 35 tahun. Hurlock (1991)berpendapat bahwa perkembangan karier berjalan seiring dengan perkembangan manusia. Setiap kelompok manusia memiliki cirri-ciri khas bila dikaitkan dengan perkembangan karier.
c.       Pengalaman
Staw (1991) berpendapat bahwa pengalaman dalam menjalankan usaha merupakan predictor terbaik bagi keberhasilan, terutama bila bisnis baru itu berkaitan dengan pengalaman bisnis sebelumya. Menurut Hisrich & Brush (dalam Staw, 1991) wirausaha yang memiliki usaha maju saat ini bukanlah usaha pertama kali yang dimiliki. Pengalaman mengelola usaha bisa diperoleh sejak kecil karena pengasuhan yang Pengantar Kewirausahaan diberikan oleh orang tua yang berprofesi sebagai wirausaha.
d.      Pendidikan
Pendidikan merupakan syarat keberhasilan bagi seorang wirausaha. Dalam penelitiannya terhadap sejumlah wirausaha, Bowen & Robert (dalam Staw, 1991) merangkum hasil penelitian tentang tingkat pendidikan wirausaha. Tingkat Pendidikan Wirausaha Menurut Bowen & Robert Peneliti Penemuan Brockhaus (1982) Mengulas empat penelitian yang menyimpulkan bahwa wirausaha cenderung memiliki pendidikan yang lebih baik dari populasi umum, tetapi di bawah para manajer. Cooper&Dunkelberg (1984) Ditemukan bahwa tingkat pendidikan wirausaha di bawah universitas (64%). Gasse (1982) Mencatat dari empat studi di mana wirausaha memiliki pendidikan yang lebih baik daripada masyarakat umum. Jacobowitz & Vidler (1982) Hasil wawancara dengan 430 wirausaha menunjukkan bahwa mereka memiliki pendidikan yang kurang memadai, yaitu 30% drop-out dari Sekolah Menengah Atas. Hany 11% lulus dari universitas 4 tahun.
2.      Kemunduran
a.       Pendapatan yang tidak menentu
b.      Kerugian akibat hilangnya modal investasi
c.       Perlu kerja keras dan waktu yang lama