Jumat, 25 Februari 2011

karya ilmiah kel 1 sem 3

MAKALAH KELOMPOK
METODE PENULISAN KARYA ILMIAH
PENELUSURAN PUSTAKA






                                   
       
        M. ALI SYAHBANA                             09 22 255
       
Kelas C. 3. II
Dosen Pembingbing :
Elfiana M. Pd


UNIVERSITAS BATURAJA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
2009/2010



PENELUSURAN PUSTAKA
A.  Sistem Informasi
Informasi merupakan segala sesuatu yang dapat mengurangi adanya ketidakpastian atau ketidaktentuan, karena itu dapat pula mengurangi jumlah kemungkinan dalam satu situasi. Semua informasi yang begitu beragam dan jumlahnya sangat banyak itu diperoleh melalui suatu sarana yaitu perpustakaan. Jadi, perpustakaan dapat disebut sebagai unit kerja yang melaksanakan penyiapan, penyediaan, dan pelayanan informasi kepada masyarakat untuk kepentingan pendidikan, penerangan, perencanaan, pengambilan keputusan, tempat rekreasi dan kebudayaan.
Koleksi informasi yang didapat pada perpustakaan bisa berupa media cetak seperti berbagai buku teks, majalah,Koran dsb. Selain itu, bisa pula berbentuk media dengar seperti film tayangan, foto, pita rekaman, video dll. Dalam sistem informasi terkandung unsure-unsur pemberi, pengelola, serta penerima informasi. Pemberi atau sumber informasi dan pengelola seperti manusia, perpustakaan, literature, jasa informasi, jasa penelusuran aktif. Pengunjung perpustakaan sebagai pihak penerima informasi kadang-kadang menghadapi beberapa kendala, seperti tidak adanya persiapan, tidak mengetahui apa saja fasilitas yang tersedia, dan tidak memiliki pengalaman. Itulah sebabnya seorang penelusur hendaknya mempunyai bekal-bekal berikut ini :
1.    Memiliki daya imajinasi mengenai topic dan masalah yang akan dikembangkannya.
2.    Memiliki sikap suka menerima gagasan baru yang sebelumnya belum diketahui.
3.    Mampu secara teratur mencatat informasi yang dibutuhkan dan ditelusurinya.
4.    Punya ketekunan dalam upaya mencari informasi yang relevan dengan masalah yang ingin depecahkan.
5.    Bersikap tegas dalam memilih informasi yang bermamfaat.
B.  Sumber-Sumber Informasi
·         Manusia, sebagai sumber manusia dapat dimintai informasi secara tertulis atau lisan. Bila secara tertulis dan langsung bisa dimintai dengan menulis surat;sedangkan bila tidak langsung melalui pembacaan karya tulisnya. Secara lisan bisa langsung menghubunginya, baik melalui diskusi.
·         Organisasi, sebagai sumber informasi organisasi ini biasanya bekerja sebagai badan atau lembaga yang mengkhususkan diri dalam bidang terkait.
·         Literatur (kepustakaan), sumber ini biasanya diperoleh melalui publikasi media cetak yang terbaca dengan jelas.
·         Jasa Informasi, sumber ini dipengaruhi dengan berkembang pesatnya era informasi.
Sumber informasi ilmiah dapat diklasifikasikan menjadi :
1.    Informasi Primer, merupakan yang pertama kali diterbitkan. Contoh laporan penelitian.
2.    Informasi Sekunder, merupakan rangkuman atau tafsiran dari literature primer dan ditulis buka oleh penelitinya.
3.    Informasi Tersier, merupakan kumpulan informasi yang tidak lagi di anggap sebagai pengetahuan yang baru bagi ilmuwan, dan biasanya merupakan petunjuk untuk sumber primer dan sekunder. Sebagai contoh kelompok ini adalah kamus dan ensiklopedia.
4.    Informasi lainnya, dapat digolongkan ke dalam jenis paten yaitu sumber informasi dengan nilai khusus karena memberikan jalan keluar baru yang dapat dipakai untuk keperluan dan tujuan praktis. Standar nasional /internasional mengenai sifat-sifat dan kualitas hasil teknologi.
C.  Tujuan Penelusuran Pustaka
1.    Memenuhi rasa ingin tahu dari seorang ilmuwan mengenai suatu hal yang mungkin menarik perhatian dan minatnya. Hal ini akan dijumpainya melalui penelusuran pustaka di perpustakaan.
2.    Membutuhkan bahan untuk pengajaran dan pendidikan; biasanya dilakukan mereka yang kebetulan menjadi staf pengajar atau guru.
3.    Kebutuhan untuk mengutif suatu pembuatan karya ilmiah yang sedang di susun.
4.    Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutahir.
5.    Merencanakan penelitian dan pengembangan dalam salah satu masalah.
6.    Mendukung perencanaan dan pengembangan dalam suatu bidang pekerjaan.
7.     Memecahkan masalah yang sedang dihadapi.
8.    Memperkecil duplikasi kerja, karena dengan menggali kepustakaan kita dapat mengetahui apa yang sudah dan belum dikerjakan orang lain. Dengan demikian akan terjadi pula penghematan waktu dan biaya.
D.  Sistem Klasifikasi Pustaka
Sampai saat ini ada beberapa system yang dikenal dan dipakai, umpamanya DDC (Dewey Decimal Classification) UDC (Universal Decimal Classification), LCC (Library of Congres Classification), CMC (Cunningham Medical Classification) serta NLMC (National Library of Medical Classification). System yang dipakai oleh perpustakaan FKG Usakti adalah yang telah dikembangkan oleh Nelvil Dewey (1851-1932) dan kini dikenal sebagai penggolongan pustaka yang disebut Sistem Klasifikasi Persepuluhan Dewey (Dewey Decimal Classification). Sistem ini membagi pustaka menurut subjek, jenis dan isi dan terdiri dari :
Pustaka dibagi dalam 10 kelas, dengan digit 1,
Kelas dibagi dalam 10 divisi, dengan digit 2,
Divisi dibagi dalam 10 seksi, dengan digit 3,
Tujuan penggunaan Sistem Klasifikasi Persepuluhan Dewey ini adalah :
1.    Memperoleh cara praktis menyusun buku-buku pada rak perpustakaan.
2.    Memudahkan buku dicari bila mau dibaca, dan mudah pula dikembalikan ke tempat semula sesudah dibaca.
3.    Mengumpulkan buku dengan subjek serupa di satu rak atau lemari.
Klasifikasi Pustaka menurut Dewey adalah :
000 Karya Umum
100 Filsafat
200 Agama
300 Ilmu Pengetahuan Sosial
400 Bahasa
500 Ilmu Pengetahuan Murni
600 Teknologi
700 Seni
800 Sastra
900 Biografi dan Sejarah
Cara Penggunaan
Seseorang dapat mencari pustaka yang diinginkannya dengan sistematis yaitu melalui tiga macam catalog berikut ini :
1.    Katalog menurut subjek, carilah di kotak kartu subjek yang akan dicari yang disusun sesuai abjad nama pengarang.
2.    Katalog menurut nama pengarang, carilah di kotak kartu nama pengarang yang juga disusun sesuai alfabet dan disusul judul buku.
3.    Katalog menurut judul karangan, carilah di kotak kartu nama judul karangan yang disusun secara alphabet disusul nama pengarang.
E.  Langkah dan Cara Penelusuran
1)    Langkah
Supaya dapat mencapai hasil yang optimal, seseorang yang akan melakukan penelusuran hendaknya mengikuti tahap-tahap penelusuran berikut ini :
a)    Tentukan lebih dulu informasi yang dibutuhkan dan lengkapi dengan kata-kata kunci yang lengkap
b)    Tentukan batas-batas penelusuran, seperti batasan bahasa, geografi, waktu dan jenis dokumen yang di inginkan.
c)    Pilih sumber informasi yang sesuai, misalnya buku, laporan penelitian dll.
d)    Catat selengkapnya sitasi  bibliografi yang ditemukan melalui penelusuran yang baru dilakukan.
e)    Melokasi informasi di perpustakaan
2)    Cara
Secara teknis dikenal sedikitnya 9 cara penelusuran pustaka yaitu :
a)    Melalui catalog perpustakaan yang dapat ditelusuri berdasarkan subjek, nama penulis atau judul karangan.
b)    Membaca karya ilmiah yang mendekati atau di anggap berhubungan dengan subjek yang dipilih dan kalau perlu melihat bibliografi karya tersebut.
c)    Daftar isi buku dengan menelusuri bab-bab yang terkait.
d)    Daftar isi majalah, dengan melihat daftar isi majalah yang biasanya untuk setiap volume disusun sendiri atau pada nomor yang bersangkutan.
e)    Indeks atau penjurus dalam buku ilmiah yang dibuat sesuai kaidah biasanya memuat indeks topic yang dimuat dalam buku.
f)     Kumpulan abstrak yang bisa dijumpai berupa buku atau majalah seperti dental abstrak, current conteks dll.
g)    Jasa pelayanan info aktif
h)   Buku indeks, seperti index medicus, index to dental literature.
i)     Sarana elektronika yang super canggih seperti cd Room. Internet dsb.
F.  Sistem Layanan Masyarakat
Layanan yang biasanya diberikan suatu perpustakaan bisa dua macam yaitu :
1)     Sistem Tertutup, dimana pemakai tidak dibenarkan mengambil sendiri buku dari rak. Pengambilan dilakukan oleh petugas setelah menerima permintaan pemakai. Pemakai meminta bacaan yang dibutuhkan melalaui catalog.
2)    Sistem Terbuka, dimana pemakai dapat langsung mencari sendiri bahan yang dibutuhkannya. Sistem ini sangat menunjang minat baca pengunjung perpustakaan. Karena ia dapat langsung melihat-lihat dan membaca semua bahan yang ada. Dengan cara ini kemungkinan memperoleh bahan baru jadi sangat besar. Keburukan system ini adalah kemungkinan kacaunya susunan buku di rak karena tidak di kembalikan ke tempatnya semula. Akibatnya, pemakai berikutnya jadi sangat sulit mendapatkan buku atau majalah tadi.
Dalam penelusuran pustaka ada pula yang disebut jasa penelusuran aktif.dimana pihak pengelola aktif menelusuri literature atas permintaan ilmuwan. Sedangkan pada jasa informasi pasif, pihak ilmuwan sendirilah yang menelusuri literature yang sudah disediakan oleh pengelola.











DAFTAR PUSTAKA
ü  Haryanto. A. G., 1989, Penelusuran Pustaka, materi Penataran Metodologi Penelitian Ilmiah, Fakultas Kedokteran Gigi Usakti, Jakarta.
ü  Koesoebjono. W. P., 1994, Kepustakaan Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Penulisan Daftar Kepustakaan.
ü  Somawinata. N., 1994, Penelusuran Kepustakaan, Penataran Penulisan Ilmiah, Universitas Indonesia, Depok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar