Jumat, 10 Desember 2010

Strategi Pembelajaran Ekspositori
Konsep dan Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Ekspositori
Konsep Pembelajaran Ekspositori
Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi secara optimal.
Terdapat beberapa karakteristik strategi ekspositori
Dilakukan dengan cara menyampaikan materi secara verbal.
Materi yang disampaikan adalah materi yang sudah jadi , seperti data atau fakta.
Tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi pembelajaran itu sendiri.
Strategi pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru dan akan efektif bila :
Guru akan menyampaikan bahan-bahan baru serta kaitannya dengan yang akan dan harus dipelajari siswa.
Apabila guru menginginkan agar siswa mempunyai gaya model intelektual tertentu.
Jika bahan pelajaran yang akan diajarkan cocok untuk dipresentasikan.
Jika ingin membangkitkan keingintahuan siswa tentang topic tertentu.
Guru menginginkan untuk mendemonstrasikan suatu teknik tertentu untuk kegiatan praktek.
Apabila seluruh siswa memiliki tingkat kesulitan yang sama sehingga guru perlu menjelaskan untuk seluruh siswa.
Apabila guru akan mengajar pada sekelompok siswa yang rata-rata memiliki kemampuan rendah.
Prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran ekspositori
Berorientasi pada tujuan
Sebelum strategi ini diterapkan terlebih dahulu, guru harus merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dan terukur. Seperti criteria pada umumnya, tujuan pembelajaran harus dirumuskan dalam bentuk tingkah laku yang dapat diukur pada kompetensi yang harus dicapai oleh siswa.
Prinsip komunikasi
Proses pembelajaran dapat dikatakan sebagai proses komunikasi yang menunjuk pada proses penyampaian pesan dari seseorang (sumber pesan) kepada seseorang atau sekelompok orang (penerima pesan)
Prinsip kesiapan
Kesiapan merupakan salah satu hukum belajar. Setiap individu akan merespon dengan cepat dari setiap stimulus manakala dalam dirinya sudah memiliki kesiapan.
Prinsip berkelanjutan
Pembelajaran bukan hanya berlangsung pada saat itu, akan tetapi juga untuk waktu selanjutnya.
Prosedur Pelaksanaan Strategi Ekspositori
Rumuskan tujuan yang ingin dicapai
Merumuskan tujuan merupakan langkah pertama yang harus dipersiapkan guru.
Kuasai materi pelajaran dengan baik
Penguasaan materi yang sempurna, akan membuat kepercayaan diri seorang guru meningkat, sehingga guru akan mudah mengelola kelas.
Kenali medan dan berbagai hal yang dapat mempengaruhi proses penyampaian
Pengenalan medan yang baik memungkinkan guru dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu proses penyajian materi pelajaran.
Ada beberapa langkah dalam penerapan strategi ekspositori
Persiapan (preparation)
Berikan sugesti yang positif dan hindari sugesti yang negative
Memberikan sugesti yang positif akan membangkitkan kekuatan pada siswa untuk menembus rintangan dalam belajar.
Mulailah dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapai
Dengan mengemukakan tujuan siswa akan paham apa yang harus mereka kuasai serta mau dibawa kemana mereka.
Bukalah file dalam otak siswa
Bagaikan sebuah computer, data akan dapat disimpan manakala sudah tersedia filenya. Demikian juga otak siswa materi pelajaran akan bisa ditangkap dan disimpan dalam memori manakala sudah tersedia file yang sesuai. Artinya sebelum kita menyanpaikan materi pelajaran maka terlebih dahulu kita harus membuka file dalam otak siswa agar materi itu bisa capat ditangkap.
Penyajian
Langkah penyajian adalah langkah penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan. Beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
Penggunaan bahasa
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan sebaiknya bahasa yang bersifat komunikatif dan mudah dipahami
Dalam penggunaan bahasa guru harus memperhatikan tingkat perkembangan audiens atau siswa.
Intonasi suara, adalah pengaturan suara sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.
Menjaga kontak mata dengan siswa
Melalui kontak mata yang selamanya terjaga, siswa bukan hanya akan merasa dihargai oleh guru, akan tetapi juga mereka seakan-akan diajak terlibat dalam proses penyajian.
Menggunakan joke-joke yang menyegarkan, adalah kemampuan guru untuk menjaga agar kelas tetap hidup dan segar melalui penggunaan kalimat atau bahasa yang lucu.
Korelasi, adalah langkah menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitannya dalam struktur pengetahuan yang telah dimilikinya.
Menyimpulkan, adalah langkah dimana siswa dapat mengambil intisari dari proses penyajian.
Mengaplikasikan, adalah langkah unjuk kemampuan siswa setelah mereka menyimak penjelasan guru dan guru dapat mengumpulkan informasi tentang penguasaan dan pemahaman materi pelajaran oleh siswa.
Keunggulan dan kelemahan strategi ekspositori
Keunggulan
Guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran
Strategi ini dianggap sangat efektif
Melalui strategi ini siswa dapat mendengar melalui penuturan tentang suatu materi pelajaran.
Bisa digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar
Kelemahan
Dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik.
Tidak mungkin dapat melayani perbedaan setiap individu baik perbedaan kemampuan, pengetahuan dan gaya belajar.
Lebih banyak digunakan melalui ceramah.
Keberhasilan strategi ini sangat tergantung kepada apa yang dimiliki guru
Lebih banyak terjadi satu arah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar