Jumat, 10 Desember 2010

pa joko kel 5

 KELOMPOK 5
KOMPUTER GRAFIS
Adobe After Effects

        




Di Susun Oleh :
Reny Susanti            09 22 471
         Yeti Mayasari            09 22 405
Rika Andriani            09 22 368
Dedi Sugiarto            09 22 130
Ahmad Arifin            09 22 353

Kelas C. 3. II
Dosen Pembimbing :
Joko Kuswanto, S.Kom

UNIVERSITAS BATURAJA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
2009 / 2010
Adobe After Effects

Defenisi Adobe After Effects
Adobe After Effects adalah salah satu software compositing yang populer dan telah digunakan secara luas dalam pembuatan video, multimedia, film dan web. After Effects terutama dipakai dalam penambahan efek khusus seperti efek petir, hujan, salju, ledakan bom, dan efek khusus lainnya. After Effects telah membantu para praktisi perfilman Hollywood dalam menghasilkan film-film dengan efek khusus yang spektakuler. Spawn, Titanic, Deep Rising, The Jackal adalah beberapa judul film yang telah memanfaatkan potensi After Effects.

            
        











Adanya kesamaan interface antara After Effects dengan keluarga Adobe yang lain seperti Photoshop memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam pemakaiannya. Integrasi After Effects bersama dengan Photoshop, Illustrator, dan Premiere akan menghasilkan karya yang sebelumnya sulit dibayangkan untuk diwujudkan. Pada versi terbarunya, After Effects 6. berbagai fitur yang lebih memudahkan bagi para profesional dalam menghasilkan efek khusus yang inovatif namun dengan tengat waktu yang terbatas.
Cara kerja After Effects
Cara kerja After Effects dimulai dengan membuat Project. Dan setiap Project dapat berisi file video, animasi, gambar, dan suara. Langkah berikutnya adalah membuat composition. Selanjutnya menambahkan item dari project window ke composition window atau timeline window. Setelah itu barulah membuat animasi dan menambahkan efek khusus di Timeline window. Dan terakhir merender Project menjadi Movie, yang kemudian hasil akhirnya dapat dilihat dengan player seperti QuickTime atau Windows Media Player.















Sekilas cara kerja After Effects: A. Source footage B. Project window C. Composition window D. Timeline window E. QuickTime Player. Untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh tentang cara kerja After Effects, maka berikut akan disajikan langkah-langkah untuk membuat animasi yang sederhana menggunakan After Effetcs.
Langkah pembuatan animasi dasar
Pada latihan ini Anda akan membuat animasi untuk keperluan pembukaan sebuah acara TV dengan nama Balloons. Anda diminta menggabungkan berbagai bahan yang berupa video, gambar, dan suara.
Melihat hasil akhir
Sebelum Anda mulai ada baiknya untuk melihat hasil akhir latihan kali ini. Bukalah file Final_balloons.AVI pada folder Latihan_01 dengan Windows Media Player atau QuickTime Player, cukup dengan mengklik dua kali (double-click).
 Kemudian tekan tombol Play, dan Anda akan melihat satu balon yang bergerak dari kecil menjadi besar dan berputar dengan latar belakang berupa awan yang juga bergerak. Kemudian diikuti dengan balon-balon lainnya, dan diakhiri dengan teks “BALLOONS”.
Membuat project
Langkah pertama adalah dengan membuat Project dengan menu:
File > New > New Project
Mengimpor footage
 Kemudian menyiapkan bahan-bahan yang dapat berupa digital video, animation, still-image, dan sound dengan menu Import. Langkah ini dapat pula dilakukan belakangan bila ingin menambahkan file lainnya. File-file yang telah disisipkan dalam Project window ini pada dasarnya hanya semacam daftar saja. File-file ini tetap terpisah dan berada di luar dokumen After Effects. Sehingga salah satu keuntungannya adalah dapat menghemat ukuran file dokumen After Effects. Untuk menyisipkan file dapat dilakukan dengan menu: File > Import > File
Sebagai latihan pilihlah file Sky.AVI yang berupa file video dan Intro.AIF yang berupa file suara. Kemudian akhiri dengan klik tombol Open.
 Selanjutnya ulangi langkah yang sama dan pilihlah file Balloons.PSD. Namun karena file yang disisipkan berupa dokumen Adobe PhotoShop (PSD) yang berisi beberapa layer terpisah, maka pada pilihan File of type pilihlah Photoshop (*.pdf,*.psd) dan pada pilihan Import As pilihlah Composition – Cropped Layer dan akhiri dengan klik tombol Open.
Dan hasilnya dapat Anda lihat pada Project window yang berisi daftar beberapa file yang telah Anda sisipkan. Perhatikan pada folder Ballons Comp 1 yang terdiri dari tiga layer terpisah.
Membuat composition
Langkah selanjutnya adalah membuat composition. Langkah ini dapat pula dilakukan sebelum langkah penyisipan file. Dalam satu Project Anda dapat membuat lebih dari satu Composition. Dan masing-masing Composition dapat diberi nama sesuai kebutuhan. Pada composition ini Anda dapat menentukan ukuran frame animasi (Frame Size),  kecepatan animasi (Frame Rate) dan durasi animasi (Duration). Untuk membuat Composition gunakan menu: Composition > New Composition
 Sebagai latihan pilihlah Preset dengan Medium, 320x240, yang berarti Composition nanti akan berukuran lebar 320 pixel dan tinggi 240 pixel. Kemudian ubahlah Frame Rate menjadi 15 Frame per second (fps) dan Duration menjadi 10 Second (0:00:10:00).
Memindahkan footage
Langkah berikutnya adalah memindahkan footage item dari Project window ke  Timeline window atau Composition window. Anda dapat memilih salah satu footage item di Project window dengan Selection tool kemudian menggesernya (drag) ke Timeline window atau Composition window. Sebaiknya mulailah dengan memilih footage item yang nantinya akan diletakkan pada urutan paling bawah dalam Timeline window.
Sebagai latihan mulailah dengan memindahkan Sky. AVI kemudian folder Balloons. Khusus untuk folder Balloons, supaya masing-masing layernya dapat dimodifikasi secara terpisah maka bukalah Opener (klik pada simbol segitiga kecil) di sebelah kiri folder Balloons pada Project window.
 Kemudian akan muncul tiga layer sesuai dengan jumlah layer pada Adobe PhotoShop. Pindah ketiga layer berisi gambar balon udara satu persatu atau bersama-sama ke Timeline window. Hasilnya kurang lebih akan sama seperti pada gambar di samping.







Menyimpan pekerjaan
Bila semuanya telah disiapkan ada baiknya untuk menyimpan pekerjaan Anda dengan menu: File > Save As
Perhatikan ekstension AEP di belakang nama file dari dokumen After Effects. Menu Save As adalah untuk penyimpanan pertama kali, dan untuk penyimpanan selanjutnya cukup dengan menu: File > Save
Mengatur preview
Apabila semua langkah di atas telah dilakukan maka cobalah untuk melihat Preview-nya dengan menekan tombol Play pada Time Controls palette. Perhatikan gerakan Time Marker pada Timeline window dari kiri ke kanan. Dan juga perhatikan tampilan pada Composition window di mana terlihat gambar langit yang bergerak pada latar belakang dan gambar ketiga balon dalam keadaan diam sepanjang waktu. Loop berguna untuk mengulangi preview secara terus menerus.
 Untuk melihat Preview secara real time maka tekanlah tombol RAM Preview pada Time Controls palette. Namun bila hardware Anda tidak memadai maka Preview tidak akan ditampilkan secara utuh.
Salah satu cara  untuk menghindari hal ini adalah dengan mengurangi resolusi tampilan composition window. Terdapat empat pilihan untuk menampilkan Preview pada Composition window yaitu Full, Half, Third dan Quarter.
 Pilihan Full akan memberikan tampilan yang mendekati sesungguhnya,    namun gerakan yang terlihat lebih lambat    dari
kecepatan sebenarnya. Sebaliknya bila Anda    ingin    melihat gerakannya yang lebih nyata, maka pilihlah Quarter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar