Jumat, 25 Februari 2011

karya ilmiah kel 5 sem 3

MAKALAH
METODE PENULISAN KARYA ILMIAH
PENULISAN DAFTAR PUSTAKA






                                   
        M. Ali Syahbana                                  09 22 356


Kelas C. 3. II
Dosen Pembingbing :
Elfiana M. Pd


UNIVERSITAS BATURAJA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
2009/2010



Penulisan Daftar Pustaka
A.   Daftar Pustaka dan Catatan Kaki
     Daftar pustaka adalah daftar segala sumber bahan karangan yang telah digunakan dalam karangan ilmiah sedang catatan kaki adalah catatan pada bagian bawah halaman yang menyatakan sumber suatu kutipan / keterangan mengenai suatu hal yang dikemukakan dalam karangan ilmiah di halaman tersebut.
B.   Fungsi daftar pustaka
1.    Untuk memberikan informasi, bahwa pernyataan dalam karangan itu bukan hasil pemikiran penulis sendiri, tapi hasil pemikiran orang lain.
2.    Untuk memberikan informasi selengkapnya tentang sumber kutipan sehingga dapat dicek jika perlu.
3.    Apabila pembaca mau lebih mendalami pernyataan, dapat membaca sendiri buku / majalah yang menjadi sumber kutipan untuk penulusuran kepustakaan.
C.   Sumber Informasi
     Sumber informasi yang ditulis dalam daftar pustaka hendaknya yang benar dibaca, diperiksa dan dipakai dalam penelitian / laporan kasus / studi pustaka yang dibuat. Perlu diingat tidak semua sumber informasi tersebut relevan dengan karangan ilmiah yang dibuat. Pedoman dalam memilih dan menentukan sumber informasi yang akan dipakai serta dicantumkan dalam daftar pustaka adalah :
1.    Sumber bacaan harus mempunyai mutu yang baik dan sesuai dengan masalah yang dihadapi.
2.    Seringkali bahan bacaan yang diperoleh dan berhasil dikumpulkan mengemukakan pemikiran / kesimpulan yang sama.
3.    Usahakanlah selalu memakai bahan bacaan yang mutakhir.
D.   Unsur-Unsur Dalam Studi Pustaka
     Daftar pustaka yang lengkap mengandung tiga unsure utama yaitu :
1.    Penulis, mencakup penulis pendamping editor, badan / lembaga resmi.
Nama penulis terdiri atas 3 bagian, yaitu :
-          Nama sendiri (given name)
-          Nama tengah (middle name)
-          Nama keluarga (surname)
Cara penulisannya dalam daftar pustaka adalah dengan menyebutkan nama keluarga terlebih dahulu.
Contoh : Lester W. Burket
                Penulisannya dalam daftar pustaka : Burket L.W.
Nama penulisan dituliskan tanpa gelar kesarjanaan ataupun gelas administrative. Untuk nama penulis Indonesia agak sulit, tetapi biasanya dimulai dengan nama akhir.
Contoh : Teuku Jacob ditulis Jacob T.
                Anwar Siregar ditulis Siregar A.
                Kamaruddin Panggabean ditulis Panggabean K.
Penulis wanita yang sudah menikah :
Wanita Indonesia biasanya memakai nama suaminya dibelakang namanya.
Contoh : Toen Herawati Noerhadi ditulis Noerhadi TH.
                Sri Subekti Winanto ditulis Winanto S.S.
2.    Judul
Judul mencakup judul beserta anak judul jika ada.
3.    Fakta-Fakta Penerbitan
Fakta-Fakta penerbitan mencakup : tempat (kota) dimana buku tersebut diterbitkan, nama penerbit, tahun penerbitan. Tempat penerbitan (kota) ditulis hanya satu kota tempat buku tersebut diterbitkan. Nama penerbit dituliskan tepat menurut gaya yang dipakai penerbit.
Contoh : Wb. Saunders Co.
                JB. Lippincott Co.
E.   Penyusunan dan cara penulisan daftar pustaka
Ada tiga cara penulisan :
1.    Cara nama dan tahun (name and year system)
2.    Cara (system) kombinasi abjad dan nomor
3.    System nomor (citation number system)
F.    Cara penulisan kepustakaan dalam daftar pustaka yang berasal dari berbagai sumber informasi
     Informasi dapat diambil dari berbagai sumber yang secara garis besar dapat dibagi dalam tiga kelompok dan beberapa sub-kelompok sebagai berikut :
a.    Kelompok buku ajar (textbook / monografi)
1)    Penulis perorangan
a)    Nama penulis
b)    Tahun terbit
c)    Judul buku (dicetak miring atau digaris bawahi)
d)    Edisi dan volume
e)    Nama penerbit
f)     Tempat terbit
g)    Halaman yang dibaca
Contoh :
Stones, H.H. 1962. Oral and Dental Diseases. Ed. Ke-4. Livingstone. Edinburgh. Hlm. 47-52.
2)    Kumpulan karangan beberapa penulis dengan satu / beberapa editor
a)    Nama penulis
b)    Tahun penerbit
c)    Judul karangan
d)    Judul buku
e)    Nama editor
f)     Edisi
g)    Nama penerbit
h)   Tempat terbit
i)     Halaman yang dibaca
Contoh :
Burket, L. W. 1977. White Lesions. Dalam. Burket’s Oral Medicine. Diagnosis and Treatment. Malcolm A Lynch (editor). Ed. Ke-7. JB. Lippincott. Philadelphia. Hlm. 49-55
3)    Buku yang dikarang oleh lembaga
a)    Nama lembaga
b)    Tahun terbit
c)    Judul buku
d)    Edisi dan volume
e)    Nama penerbit
f)     Tempat terbit
g)    Halaman yang dibaca
Contoh :
US General Accounting Office. 1989. AIDS forecasting: undercount of cases and lack of key data weaken existing estimates. US General Accounting Office. Washington DC.
4)    Buku terjemahan
a)    Nama penulis
b)    Tahun terbit
c)    Judul buku
d)    Penerjemah
e)    Nama penerbit
f)     Tempat terbit
g)    Halaman yang dibaca
Contoh :
Guyton, A. C. 1976. Buku Teks Fisiologi Kedokteran. Penerjemah : Adji D dan Lukmanto. FGC Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta. Hal. 101-120.
b.    Kelompok majalah (Jurnal)
1)    Artikel yang ditulis penulis :
a)    Nama penulis
b)    Tahun penerbitan
c)    Judul artikel
d)    Nama majalah
e)    Volume majalah
f)     Halaman yang dibaca
Contoh :
Fardal, S. dan Turnbull, R. S. 1986. Review of the literature on use of chlorhexidine in dentistry. J Am Dent Assoc. 112: 863-869.
2)    Artikel yang ditulis badan / lembaga
Cara penulisannya sama seperti di atas hanya nama penulis diganti dengan nama lembaga.
Contoh :
WHO (World Health Organization). 1978. Definition of leokoplakia and related lesions : an aid to studies on precancer. Oral surg oral med oral pathol. 46: 517-539.
3)    Kelompok makalah yang telah dipresentasikan dalam seminar, tetapi tidak dipublikasikan.
a)    Nama penulis
b)    Tahun penyajian
c)    Judul makalah
d)    Nama forum penyajian dicetak miring
e)    Kota
f)     Bulan dan tanggal penyajian
Contoh :
Smith, J. 1975. New Agents for Cancer Chemoteraphy. 3rd. Annual Meeting of the American Cancer Society. New York. June 3-4.
4)    Kelompok disertasi / tesis
a)    Nama penulis
b)    Tahun penerbit
c)    Judul disertasi / tesisi dicetak miring
d)    Tempat penerbitan
e)    Universitas
f)     Disertasi / tesis
Contoh :
Cairns, R. B. 1965. Infrared Spectrospic studies of solid oxygen. California: University of California. Disertasi.
5)    Kelompok surat kabar
a)    Nama penulis
b)    Tahun penerbitan
c)    Judul karangan
d)    Kata ‘dalam’ diikuti nama surat kabar dicetak miring
e)    Hari diikuti tanda koma
f)     Tanggal
g)    Bulan
h)   Halaman
i)     Kolom
Contoh :
Besoes, N. 1990. Sportivitas dalam Olahraga. Dalam Kompas. Jum’at, 28 Nopember. Hal. IV. Kolom 3-4.
6)    Kelompok makalah / informasi dari internet
a)    Ada nama penulis
Contoh :
Haugen, L. K. 1996. Vesico-bullous Lesions of the Oral Mucosa. http://www.odont.nio.no/html/medisin/mucosahtml.
b)    Tidak ada penulis
Contoh :
National Cancer Institute. Oral Complication Secondary to Cancer Theraphy. http://www.mcg.ac.uk/cancernet/30 2904.html.



karya ilmiah kel 3 sem 3

MAKALAH KELOMPOK
METODE PENULISAN KARYA ILMIAH
PENYUSUNAN PARAGRAF DAN KALIMAT






                                                                                               

        M. Ali Syahbbana                                 09 22 3756


Kelas C. 3. II
Dosen Pembingbing :
Elfiana M. Pd



UNIVERSITAS BATURAJA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
2009/2010


PENYUSUNAN PARAGRAF DAN KALIMAT
A.   PARAGRAF
Paragraf atau alinea ialah bagian terkecil dalam karya tulis yang menyatakan suatu kesatuan pikiran, suatu kesatuan yang lebih luas dari kalimat (Keraf, 1984). Paragraf biasanya terdiri atas kalimat-kalimat yang dirangkai saling berpautan membentuk suatu kesatuan yang runtun dan berkesinambungan. Dalam sebuah paragraf hanya dipaparkan satu topik atau gagasan saja.
Johannes mendefinisikan gaya bahasa tulis sebagai keseluruhan hasil pemilihan kata serta cara menyusun kata-kata itu dalam kalimat, kalimat dalam paragraf, dan paragraf dalam karangan. Gaya bahasa lisan didefinisikan sebagai keseluruhan hasil pemilihan kata. Cara menyusun kata-kata itu dalam kalimat, serta cara mengucapkannya dengan lagu (intonation), irama (rhytm), jeda (pause), tekanan suara, perubahan air muka, dan gerak badan (Johannes, 1979).
Kalau kita perhatikan kedua defenisi tersebut, menjelaskan bahwa dalam ragam tulis karangan perlu dibagi menjadi paragraph - paragraf, sedangkan dalam karangan yang disampaikan secara lisan, seperti pidato. Pembagian karangan menjadi paragraf dapat diimbangi oleh lagu, irama, jeda, tekanan suara, perubahan air muka, dan gerak anggota badan.
Pada hakekatnya menulis karangan yang baik adalah pekerjaan menulis paragraf dengan baik dan merangkainya dalam runtunan yang masuk akal (Sakri, 1988).
Tujuan pembentukan paragraf yaitu :
1.    Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan memisahkan suatu tema dari tema yang lain.
2.    Memisahkan dan menegaskan perhentian secara wajar dan formal.
Syarat paragraf yang baik yaitu :
1.    Kesatuan, semua kalimat yang menyusun paragraph bersama-sama menguraikan dan terpusat pada satu tema atau gagasan saja.
2.    Koherensi, ada kekompakan hubungan antara kalimat-kalimat yang membentuk paragraph. Dapat digunakan kata ganti, kata transisi atau pengulangan kata kunci (Arifin & Tasai, 1993).
a.    Kata ganti, untuk merangkai kalimat dalam paragraph ialah :
1)    Kata ganti orang pertama, kedua atau ketiga, tunggal atau jamak. Seperti saya, kami, kamu, saudara dll.
2)    Kata ganti orang lain. Seperti di sini, di sana, ke sana, begitu, demikian.
b.    Kata Transisi, digunakan untuk menunjukkan berbagai hubungan, seperti :
1)    Hubungan tambahan yaitu selanjutnya, di samping itu.
2)    Hubungan pertentangan yaitu tetapi, namun.
3)    Hubungan perbandingan yaitu sementara itu.
4)    Hubungan akibat yaitu maka, oleh sebab itu.
5)    Hubungan tujuan yaitu untuk itu.
6)    Hubungan singkatan yaitu akhirnya, kesimpulannya.
7)    Hubungan waktu yaitu kemudian, selanjutnya.
8)    Hubungan tempat yaitu berdekatan dengan itu (Arifin & Tasai, 1993).
c.    Pengulangan kata kunci, untuk menghindarkan kebosanan di pihak pembaca, pengulangan ini perlu dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu sering (Sakri, 1998, Arifin & TAsai, 1993).
3.    Pengembangan atau rincian, paragraph harus dikembangkan agar memiliki isi yang memadai, memiliki sejumlah rincian yang terpilih untuk mendukung gagasan utama (Keraf, 1984, Sakri, 1988).
4.    Kesejajaran atau paralelisme. Bila dalam sebuah paragraf diuraikan beberapa rincian dalam bentuk butir-butir, baik yang disusun dari atas ke bawah maupun dari kiri ke kanan, maka butir-butir tersebut hendaknya diungkapkan dalam bentuk yang sejajar atau parallel.
5.    Keterbatasan pada pola, kadang kala sebuah paragraf terasa kurang lancar karena penulis kurang taat asas atau kurang konsisten pada pokok yang diuraikan. Jadi, ketaat-asasan pada pola perlu dijaga (Sakri, 1988).
B.   Macam-Macam Paragraf
Menurut tujuannya ada tiga macam paragraph yaitu :
1.    Paragraf pembuka penghantar pembaca memasuki materi yang akan diuraikan dalam paragraf selanjutnya.
2.    Paragraf penghubung berisi pokok persoalan yang akan dikemukakan. Oleh karena itu, pembuatan paragraf ini memerlukan kecermatan.
3.    Paragraf penutup digunakan untuk menutup karangan atau bagian karangan dan biasanya berisi kesimpulan, harapan atau saran.



C.   Kalimat Topik
Dalam suatu paragraf biasanya terdapat kalimat topic atau kalimat pokok. Kalimat-kalimat lain yang turut membina paragraf itu memuat rincian lebih lanjut tentang gagasan utama. Kalimat topic dapat ditempatkan pada awal paragraf maupun akhir paragraf.
Cara Pengetikan Paragraf ada 2 cara yakni :
1.    Sistem indentasi, awal paragraf diketik masuk beberapa ketukan dari garis tepi kiri.
2.    Sistem blok, awal paragraf diketeik pada garis tepi kiri dengan membuat spasi antara paragraf tersebut dengan baris di atasnya, lebih besar daripada spasi yang digunakan dalam pengetikan naskah.
D.   Kalimat
Kalimat ialah satuan terkecil dalam karangan yang menyampaikan suatu gagasan. Kalimat yang lengkap mempunyai banyak subjek dan predikat, dengan atau tanpa objek dan keterangan lain. Sebuah kalimat dianggap efektif apabila kalimat itu mampu menyampaikan gagasan tepat seperti yang dimaksudkan penulis atau pembicaranya dan menimbulkan minat pada pembaca atau pendengarnya. Ciri-ciri kalimat efektif yaitu :
1.    Struktur yang benar, antara lain ditandai dengan adanya subjek yang jelas dan predikat yang jelas pula. Kejelasan subjek dapat dijaga dengan menghindarkan penempatan kata depan seperti di, Dalam, pada, bagi, untuk. Di depan subjek, demikian juga kata karena, sebagai, tentang, mengenai, berdasarkan. Kata predikat dapat dijaga dengan menghindarkan penempatan kata yang di depan predikat. Kadang kal dijumpai kalimat yang membingungkan dan rancu karena predikat sulit ditemukan. Penempatan kata depan yang tidak tepat dapat pula mengganggu struktur sebuah kalimat. Demikian juga, keterangan yang ditempatkan secara tidak benar dapat mengganggu struktur kalimat.
2.    Diksi yang tepat, diksi yaitu pilihan kata yang tepat sangat penting agar pesan dapat diterima secara efektif. Penulis mahir mampu membedakan nuansa-nuansa berbagai arti kata dan menguasai kosa kata yang luas. Dengan demikian, kata-kata yang dipilih dan disusunnya dalam gaya yang menarik.
3.    Bentuk yang sejajar, kesejajaran bentuk aialah penggunaan bentuk yang sama bagi kata-kata atau yang menduduki fungsi yang sama dalam kalimat.
4.    Gagasan yang masuk akal, selain struktur yang benar, diksi yang tepat, dan bentuk yang sejajar, kalimat juga harus menyampaikan gagsan yang masuk akal.
E.   Penekanan
Dalam sebuah kalimat, mungkin ada kata yang dipentingkan dan harus mendapat tekanan dari unsur-unsur lain. Dalam bahasa tertulis penekanan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara :
1.    Posisi dalam kalimat
2.    Repetisi, kata yang penting dapat pula ditonjolkan dengan melakukan repetisi atau pengulangan. Contoh : kemajuan menyangkut kemajuan di segala bidang, kemajuan kesadaran politik, kesadaran bermasyarakat, kesadaran berekonomi, kesadaran berkebudayaan, dan kesadaran beragama.
3.    Pertentangan, penekanan pada kata yang penting dapat pula dilakukan dengan mengadakan pertentangan.
4.    Partikel penekanan, beberapa partikel penekanan yang bberfungsi untuk menonjolkan kata yang dianggap penting ialah –lah, -kah, -tah dan pun.














DAFTAR PUSTAKA
·         Arifin, E. Z & Tasai. 1993. Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Ed ke-3 PT Medyatama Sarana Perkasa.
·         Keraf, G. 1988. Diksi dan Gaya Bahasa. Pt Gramedia. Jakarta.
·         Sakri, A. 1988. Belajar Menulis Lewat Paragraf. Penerbit ITB. Bandung.