MAKALAH
STRATEGI PEMBELAJARAN
STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI
Di Susun Oleh :
M. Ali Syahbana 09 22 356
Kelompok 9
Kelas C. 3. II
Dosen Pembingbing :
Nora Agustina M. Pd
UNIVERSITAS BATURAJA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
17 DESEMBER 2010
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini tanpa hambatan. Makalah ini akan membahas tentang “Strategi Pembelajaran Inkuri”. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada semua pihak yang senantiasa memberi dukungan kritik dan saran sehingga terselesaikannya makalah ini. Makalah ini kami susun berdasarkan ilmu-ilmu serta konsep yang kami dapatkan dari bahan yang berhubungan dengan materi “Strategi Pembelajaran Ekspositori”.
Semoga makalah ini bermamfaat bagi penulis dan pembaca setelah memahami dan mengerti isi dari pembahasan makalah ini, tetapi di dalam penulisan makalah ini masih banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan adanya kritikan serta saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR ISI
Halaman………………………………..………….…………………………………………i
Kata Pengantar…………………………...………………………………………………….ii
Daftar Isi………………………………………………………………………………….....iii
A. Pendahuluan
1. Latar belakang……………………….……………………………………………....1
2. Tujuan ………………………………………………………………………….…....1
3. Rumusan Masalah …………………………………………………………………..1
B. Pembahasan
1. Konsep Dasar Strategi Pembelajaran Inkuiri……….……………………………….2
2. Ciri-Ciri Strategi Pembelajaran Inkuiri……………………………………………...2
3. Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Ekspositori..............................................3
4. Langkah Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Inkuiri………………………………. 4
5. Kesulitan-Kesulitan Mengimplementasikan SPI………………….………………...5
6. Keunggulan dan Kelemahan Strategi Ekspositori……………………………….…..5
Penutup
1. Kesimpulan……………………………………………….…………………….......7
2. Saran…………………………………………………………..................................7
Daftar Pustaka
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Sejak kecil manusia memiliki keinginan untuk mengenal segala sesuatu baik melalui indera penglihatan, pendengaran, pengecapan maupun indera-indera lainnya. Setelah dewasa keingintahuan manusia terus menerus berkembang dengan menggunakan otak dan pikirannya. Tanpa disadari pengetahuan yang dimiliki manusia akan bermakna (meaningfull) manakala didasari oleh keingintahuan itu. Permasalahan ini yang membuat para ahli memikirkan tentang suatu strategi pembelajaran yang dikenal dengan inkuiri dikembangkan.
2. Tujuan
Makalah ini bertujuan agar mahasiswa/mahasiswi sekalian dan para pembaca dapat mengerti dan memahami lebih dalam lagi tentang “Strategi Pembelajaran Inkuiri” di dalam pendidikan kita khususnya dalam standar proses pendidikan kita. Semoga kita juga mampu mengerti, memahami dan menerapkan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.
3. Rumusan Masalah
ü Bagaimana Konsep Strategi Pembelajaran Inkuiri?
ü Bagaimana Ciri-Ciri Strategi Pembelajaran Inkuiri?
ü Apa saja Prinsip-Prinsip Strategi Pembelajaran Inkuiri?
ü Apa saja langkah Pelaksanaan Strategi Inkuiri?
ü Apa saja kesulitan-kesulitan Mengimplementasikan SPI?
ü Apa saja Keunggulan dan Kelemahan dari Strategi Inkuri?
B. PEMBAHASAN
1. Konsep Dasar Strategi Pembelajaran Inquiri (SPI)
Strategi Pembelajaran Inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui Tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi Pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan.
2. Ciri-Ciri Strategi Pembelajaran Inkuiri
Sanjaya (2008;196) menyatakan ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran inkuiri. Pertama, strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi inkuri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri.
Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief). Dengan demikian, strategi pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa. Aktivitas pembelajaran biasanya dilakukan melalui proses Tanya jawab antara guru dan siswa. Oleh sebab itu kemampuan guru dalam menggunakan teknik bertanya merupakan syarat utama dalam melakukan inkuiri.
Ketiga, tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam strategi pembelajaran inkuiri siswa tak hanya dituntut agar menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Manusia yang hanya menguasai pelajaran belum tentu dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara optimal; namun sebaliknya, siswa akan dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya manakala ia bisa menguasai pelajaran.
Strategi pembelajaran inkuiri merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student centered approach). Dikatakan demikian, sebab dalam strategi ini siswa memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran.
3. Prinsip-prinsip SPI
a. Berorientasi pada pengembangan intelektual
Tujuan utama dari strategi inquiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Dengan demikian, strategi pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar.
b. Prinsip interaksi
Proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi, baik interaksi antara siswa maupun interaksi siwa dengan guru, bahkan interaksi antara siswa dengan lingkungan. Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri.
c. Prinsip bertanya
Kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir.
d. Prinsip belajar untuk berpikir
Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah proses berpikir (learning how to think), yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak, baik otak kiri maupun otak kanan. Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.
e. Prinsip keterbukaan
Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan 38 berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya. Tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukannya.
4. Langkah Pelaksanaan SPI
Secara umum proses pembelajaran dengan menggunakan SPI dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
a. Orientasi
Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsive.
b. Merumuskan Masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah yang membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki.
c. Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya.
d. Mengumpulkan Data
Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.
e. Menguji Hipotesis
Menguji hipotesis adalah proses penentuan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data.
f. Merumuskan Kesimpulan
Merumuskan Kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.
5. Kesulitan-kesulitan Implementasi SPI
SPI merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dianggap baru khususnya di Indonesia. Sebagai suatu strategi baru, dalam penerapannya terdapat beberapa kesulitan. Pertama, SPI merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses berpikir yang bersandarkan kepada dua sayap yang sama pentingnya, yaitu proses belajar dan hasil belajar.
Kedua, sejak lama tertanam dalam budaya belajar siswa bahwa belajar pada dasarnya adalah menerima materi pelajaran dari guru, dengan demikian bagi mereka guru adalah sumber belajar yang utama. Ketiga, berhubungan dengan system pendidikan kita yang dianggap tidak konsisten. Misalnya sistem pendidikan yang menganjurkan bahwa proses pembelajaran sebaiknya menggunakan pola pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir melalui pendekatan student active earning atau yang kita kenal dengan CBSA, atau melalui anjuran penggunaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK), namun di lain pihak system evaluasi yang masih digunakan misalnya system ujian akhir nasional (UAN) berorientasi pada pengembangan aspek kognitif.
6. Keunggulan dan Kelemahan SPI
a. Keunggulan
SPI merupakan strategi pembelajaran yang banyak dianjurkan oleh karena strategi ini memiliki beberapa keunggulan seperti:
- Strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.
- Strategi ini ddapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
b. Kelemahan
Di samping memiliki keunggulan, SPI juga mempunyai kelemaha, diantaranya:
- Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
- Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
PENUTUP
1. Kesimpulan
Melalui pembahasan diatas dapat disimpulkan Strategi Pembelajaran Inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Ciri-ciri strategi ini guru menjelaskannya secara verbal. Prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran inkuiri yaitu Berorientasi pada pengembangan intelektual, Prinsip Interaksi, Prinsip Bertanya, Prinsip untuk Berpikir dan Prinsip Keterbukaan.
Langkah pelaksanaannya berorientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan merumuskan kesimpulan.Kesulitan dalam mengimplementasikan strategi ini merupakan strategi baru, sehingga dalam penerapannya terdapat beberapa kesulitan. Keunggulannya strategi ini menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna. Sedangkan kelemahannya Jika SPI digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
2. Saran
Semoga dengan adanya penjelasan dari makalah ini, penyusun maupun pembaca mampu dan bisa mengatasi masalah yang sedang di hadapi di dalam dunia pendidikan kita. Serta bisa menjadi acuan untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat yang akan kita berikan kepada peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
ü Gerlach, Vernon S. Ely, Donald P. 1980. Teaching and Media: A Systematic Approach. New Jersey: Prentice Hall Inc.
ü Sanjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kencana Prenada Media Group. Jakarta.
ü Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi, standar proses pendidikan. Jakarta.
ü Slayin, Robert E. 2008. Cooperative Learning: Teori Riset dan Praktik. Bandung. PT. Nusa Media
ü Sudjana, Nana. 1989. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.
ü http://id.wordpress.com/tag/metode-inkuiri/
ü http://id.wordpress.com/tag/model-pembelajaran-inkuiri/
ü http:id.wordpress.com/tag/pendekatan-inkuiri/