Jumat, 25 Februari 2011

strategi belajar kel 9 sem 3

MAKALAH
STRATEGI PEMBELAJARAN
STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI

                                                   





Di Susun Oleh :
M. Ali Syahbana            09 22 356
Kelompok 9


Kelas C. 3. II
Dosen Pembingbing :
Nora Agustina M. Pd


UNIVERSITAS BATURAJA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
    17 DESEMBER 2010

KATA PENGANTAR

      Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini tanpa hambatan. Makalah ini akan membahas tentang “Strategi Pembelajaran Inkuri”. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada semua pihak yang senantiasa memberi dukungan kritik dan saran sehingga terselesaikannya makalah ini. Makalah ini kami susun berdasarkan ilmu-ilmu serta konsep yang kami dapatkan dari bahan yang berhubungan dengan materi “Strategi Pembelajaran Ekspositori”.
      Semoga makalah ini bermamfaat bagi penulis dan pembaca setelah memahami dan mengerti isi dari pembahasan makalah ini, tetapi di  dalam penulisan makalah ini masih banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kami  mengharapkan adanya kritikan serta saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.











DAFTAR ISI

Halaman………………………………..………….…………………………………………i
Kata Pengantar…………………………...………………………………………………….ii
Daftar Isi………………………………………………………………………………….....iii
A.    Pendahuluan
1.    Latar belakang……………………….……………………………………………....1
2.    Tujuan ………………………………………………………………………….…....1
3.    Rumusan Masalah …………………………………………………………………..1
B.   Pembahasan
1.    Konsep Dasar Strategi Pembelajaran Inkuiri……….……………………………….2
2.    Ciri-Ciri Strategi Pembelajaran Inkuiri……………………………………………...2
3.    Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Ekspositori..............................................3
4.    Langkah Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Inkuiri………………………………. 4
5.    Kesulitan-Kesulitan Mengimplementasikan SPI………………….………………...5
6.    Keunggulan dan Kelemahan Strategi Ekspositori……………………………….…..5
Penutup
1.      Kesimpulan……………………………………………….…………………….......7
2.      Saran…………………………………………………………..................................7
Daftar Pustaka








A.    PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
      Sejak kecil manusia memiliki keinginan untuk mengenal segala sesuatu baik melalui indera penglihatan, pendengaran, pengecapan maupun indera-indera lainnya. Setelah dewasa keingintahuan manusia terus menerus berkembang dengan menggunakan otak dan pikirannya. Tanpa disadari pengetahuan yang dimiliki manusia akan bermakna (meaningfull) manakala didasari oleh keingintahuan itu. Permasalahan ini yang membuat para ahli memikirkan tentang suatu strategi pembelajaran yang dikenal dengan inkuiri dikembangkan.
2.      Tujuan
      Makalah ini bertujuan agar mahasiswa/mahasiswi sekalian dan para pembaca dapat mengerti dan memahami lebih dalam lagi tentang “Strategi Pembelajaran Inkuiri” di dalam pendidikan kita khususnya dalam standar proses pendidikan kita. Semoga kita juga mampu mengerti, memahami dan menerapkan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Rumusan Masalah
ü  Bagaimana Konsep Strategi Pembelajaran Inkuiri?
ü  Bagaimana Ciri-Ciri Strategi Pembelajaran Inkuiri?
ü  Apa saja Prinsip-Prinsip Strategi Pembelajaran Inkuiri?
ü  Apa saja langkah Pelaksanaan Strategi Inkuiri?
ü  Apa saja kesulitan-kesulitan Mengimplementasikan SPI?
ü  Apa saja Keunggulan dan Kelemahan dari Strategi Inkuri?









B.     PEMBAHASAN
1.      Konsep Dasar Strategi Pembelajaran Inquiri (SPI)
      Strategi Pembelajaran Inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui Tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi Pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan.
2.      Ciri-Ciri Strategi Pembelajaran Inkuiri
      Sanjaya (2008;196) menyatakan ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran inkuiri. Pertama, strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi inkuri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri.
      Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief). Dengan demikian, strategi pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa. Aktivitas pembelajaran biasanya dilakukan melalui proses Tanya jawab antara guru dan siswa. Oleh sebab itu kemampuan guru dalam menggunakan teknik bertanya merupakan syarat utama dalam melakukan inkuiri.
      Ketiga, tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam strategi pembelajaran inkuiri siswa tak hanya dituntut agar menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Manusia yang hanya menguasai pelajaran belum tentu dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara optimal; namun sebaliknya, siswa akan dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya manakala ia bisa menguasai pelajaran.
      Strategi pembelajaran inkuiri merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student centered approach). Dikatakan demikian, sebab dalam strategi ini siswa memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran.
3.      Prinsip-prinsip SPI
a.       Berorientasi pada pengembangan intelektual
      Tujuan utama dari strategi inquiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Dengan demikian, strategi pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar.
b.      Prinsip interaksi
      Proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi, baik interaksi antara siswa maupun interaksi siwa dengan guru, bahkan interaksi antara siswa dengan lingkungan. Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri.
c.       Prinsip bertanya
      Kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir.
d.      Prinsip belajar untuk berpikir
      Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah proses berpikir (learning how to think), yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak, baik otak kiri maupun otak kanan. Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.


e.       Prinsip keterbukaan
      Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan 38 berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya. Tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukannya.
4.      Langkah Pelaksanaan SPI
      Secara umum proses pembelajaran dengan menggunakan SPI dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
a.       Orientasi
      Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsive.
b.      Merumuskan Masalah
      Merumuskan masalah merupakan langkah yang membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki.
c.       Merumuskan Hipotesis
      Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya.
d.      Mengumpulkan Data
      Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.
e.       Menguji Hipotesis
      Menguji hipotesis adalah proses penentuan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data.
f.       Merumuskan Kesimpulan
      Merumuskan Kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.


5.      Kesulitan-kesulitan Implementasi SPI
      SPI merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dianggap baru khususnya di Indonesia. Sebagai suatu strategi baru, dalam penerapannya terdapat beberapa kesulitan. Pertama, SPI merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses berpikir yang bersandarkan kepada dua sayap yang sama pentingnya, yaitu proses belajar dan hasil belajar.
      Kedua, sejak lama tertanam dalam budaya belajar siswa bahwa belajar pada dasarnya adalah menerima materi pelajaran dari guru, dengan demikian bagi mereka guru adalah sumber belajar yang utama.  Ketiga, berhubungan dengan system pendidikan kita yang dianggap tidak konsisten. Misalnya sistem pendidikan yang menganjurkan bahwa proses pembelajaran sebaiknya menggunakan pola pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir melalui pendekatan student active earning atau yang kita kenal dengan CBSA, atau melalui anjuran penggunaan kurikulum berbasis kompetensi (KBK), namun di lain pihak system evaluasi yang masih digunakan misalnya system ujian akhir nasional (UAN) berorientasi pada pengembangan aspek kognitif.
6.      Keunggulan dan Kelemahan SPI
a.       Keunggulan
      SPI merupakan strategi pembelajaran yang banyak dianjurkan oleh karena strategi ini memiliki beberapa keunggulan seperti:
-          Strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.
-          Strategi ini ddapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
b.      Kelemahan
      Di samping memiliki keunggulan, SPI juga mempunyai kelemaha, diantaranya:
-          Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
-          Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.




















PENUTUP
1.      Kesimpulan
      Melalui pembahasan diatas dapat disimpulkan Strategi Pembelajaran Inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Ciri-ciri strategi ini guru menjelaskannya secara verbal. Prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran inkuiri yaitu Berorientasi pada pengembangan intelektual, Prinsip Interaksi, Prinsip Bertanya, Prinsip untuk Berpikir dan Prinsip Keterbukaan.
      Langkah pelaksanaannya berorientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan merumuskan kesimpulan.Kesulitan dalam mengimplementasikan strategi ini merupakan strategi baru, sehingga dalam penerapannya terdapat beberapa kesulitan. Keunggulannya strategi ini menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna. Sedangkan kelemahannya Jika SPI digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
2.      Saran
      Semoga dengan adanya penjelasan dari makalah ini, penyusun maupun pembaca mampu dan bisa mengatasi masalah yang sedang di hadapi di dalam dunia pendidikan kita. Serta bisa menjadi acuan untuk menentukan strategi  pembelajaran yang tepat yang akan kita berikan kepada peserta didik.
















DAFTAR PUSTAKA
ü  Gerlach, Vernon S. Ely, Donald P. 1980. Teaching and Media: A Systematic Approach. New Jersey: Prentice Hall Inc.
ü  Sanjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kencana Prenada Media Group. Jakarta.
ü  Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi, standar proses pendidikan. Jakarta.
ü  Slayin, Robert E. 2008. Cooperative Learning: Teori Riset dan Praktik. Bandung. PT. Nusa Media
ü  Sudjana, Nana. 1989. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.
ü  http://id.wordpress.com/tag/metode-inkuiri/
ü  http://id.wordpress.com/tag/model-pembelajaran-inkuiri/
ü  http:id.wordpress.com/tag/pendekatan-inkuiri/








strategi belajar kel 8 sem 3

MAKALAH
STRATEGI PEMBELAJARAN
STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI
(SPI)

                                                   




Di Susun Oleh :
M. Ali Syahbana            09 22 356
Kelompok 8


Kelas C. 3. II
Dosen Pembingbing :
Nora Agustina M. Pd


UNIVERSITAS BATURAJA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
2010
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini tanpa hambatan. Makalah ini akan membahas tentang “Strategi Pembelajaran Ekspositori”. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada semua pihak yang senantiasa memberi dukungan kritik dan saran sehingga terselesaikannya makalah ini. Makalah ini kami susun berdasarkan ilmu-ilmu serta konsep yang kami dapatkan dari bahan yang berhubungan dengan materi “Strategi Pembelajaran Ekspositori”.         Semoga makalah ini bermamfaat bagi penulis dan pembaca setelah memahami dan mengerti isi dari pembahasan makalah ini, tetapi di  dalam penulisan makalah ini masih banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kami  mengharapkan adanya kritikan serta saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.












DAFTAR ISI

Halaman……………………………….…………………………………………i
Kata Pengantar…………………………...…………………………………….ii
Daftar Isi…………………………………………………………………….....iii
A.    Pendahuluan
1.    Latar belakang……………………….………………………………….....1
2.    Tujuan ……………………………………………………………….…....1
3.    Rumusan Masalah ………………………………………………………...1
B.   Pembahasan
1.    Konsep Strategi Pembelajaran Ekspositori………………………………..2
2.    Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Ekspositori.............................2
3.    Langkah Pelaksanaan Strategi Ekspositori…………………………..……3
4.    Keunggulan dan Kelemahan Strategi Ekspositori……………….…..4
Penutup
1.      Kesimpulan……………………………….……………………........6
2.      Saran……………………………………………...................................6
Daftar Pustaka








A.    PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
      Dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan, Standar Proses Pendidikan (SPP) memiliki peran yang sangat penting. Oleh sebab itu, bagaimanapun idealnya standar isi dan standar lulusan serta standar-standar lainnya, tanpa didukung oleh guru maka standar-standar tersebut tidak memiliki nilai apa-apa. Karena guru sebagai ujung tombak pendidikan. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki guru adalah bagaimana ia merancang suatu strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan yang akan ia capai. Karena tidak semua tujuan pembelajaran bisa dicapai hanya dengan menggunakan satu metode saja.
2.      Tujuan
      Makalah ini bertujuan agar mahasiswa/mahasiswi sekalian dan para pembaca dapat mengerti dan memahami lebih dalam lagi tentang “Strategi Pembelajaran Ekspositori” di dalam pendidikan kita khususnya dalam standar proses pendidikan kita. Semoga kita juga mampu mengerti, memahami dan menerapkan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Rumusan Masalah
Ø  Apa pengertian dari strategi pembelajaran ekspositori?
Ø  Apa yang termasuk prinsip-prinsip strategi pembelajaran ekspositori?
Ø  Bagaimana langkah pelaksanaan strategi pembelajaran ekspositori?
Ø  Apa saja kelebihan dan kelemahan strategi pembelajaran ekspositori?







B.     PEMBAHASAN
1.      Konsep Strategi Pembelajaran Ekspositori
      Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi secara optimal.
      Terdapat beberapa karakteristik strategi ekspositori
1.      Dilakukan dengan cara menyampaikan materi secara verbal.
2.      Materi yang disampaikan adalah materi yang sudah jadi , seperti data atau fakta.
3.      Tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi pembelajaran itu sendiri.
      Strategi pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru dan akan efektif bila :
-          Guru akan menyampaikan bahan-bahan baru serta kaitannya dengan yang akan dan harus dipelajari siswa.
-          Apabila guru menginginkan agar siswa mempunyai gaya model intelektual tertentu.
-          Jika bahan pelajaran yang akan diajarkan cocok untuk dipresentasikan.
-          Jika ingin membangkitkan keingintahuan siswa tentang topic tertentu.
-          Guru menginginkan untuk mendemonstrasikan suatu teknik tertentu untuk kegiatan praktek.
-          Apabila seluruh siswa memiliki tingkat kesulitan yang sama sehingga guru perlu menjelaskan untuk seluruh siswa.
-          Apabila guru akan mengajar pada sekelompok siswa yang rata-rata memiliki kemampuan rendah.
2.      Prinsip-Prinsip Strategi Pembelajaran Ekspositori
a.       Berorientasi pada tujuan
      Sebelum strategi ini diterapkan terlebih dahulu, guru harus merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dan terukur. Seperti criteria pada umumnya, tujuan pembelajaran harus dirumuskan dalam bentuk tingkah laku yang dapat diukur pada kompetensi yang harus dicapai oleh siswa.
b.      Prinsip komunikasi
      Proses pembelajaran dapat dikatakan sebagai proses komunikasi yang menunjuk pada proses penyampaian pesan dari seseorang (sumber pesan) kepada seseorang atau sekelompok orang (penerima pesan)
c.       Prinsip kesiapan
      Kesiapan merupakan salah satu hukum belajar. Setiap individu akan merespon dengan cepat dari setiap stimulus manakala dalam dirinya sudah memiliki kesiapan.
d.      Prinsip berkelanjutan
      Pembelajaran bukan hanya berlangsung pada saat itu, akan tetapi juga untuk waktu selanjutnya.
3.      Langkah Pelaksanaan Strategi Ekspositori
a.       Persiapan (preparation)
1)      Berikan sugesti yang positif dan hindari sugesti yang negative memberikan sugesti yang positif akan membangkitkan kekuatan pada siswa untuk menembus rintangan dalam belajar.
2)      Mulailah dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapai dengan mengemukakan tujuan siswa akan paham apa yang harus mereka kuasai serta mau dibawa kemana mereka.
3)      Bukalah file dalam otak siswa. Bagaikan sebuah computer, data akan dapat disimpan manakala sudah tersedia filenya. Demikian juga otak siswa materi pelajaran akan bisa ditangkap dan disimpan dalam memori manakala sudah tersedia file yang sesuai. Artinya sebelum kita menyanpaikan materi pelajaran maka terlebih dahulu kita harus membuka file dalam otak siswa agar materi itu bisa capat ditangkap.


b.      Penyajian
Langkah penyajian adalah langkah penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan. Beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
1)      Penggunaan bahasa
a)      Bahasa yang digunakan sebaiknya bahasa yang bersifat komunikatif dan mudah dipahami
b)      Dalam penggunaan bahasa guru harus memperhatikan tingkat perkembangan audiens atau siswa.
2)      Intonasi suara, adalah pengaturan suara sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.
3)      Menjaga kontak mata dengan siswa. Melalui kontak mata yang selamanya terjaga, siswa bukan hanya akan merasa dihargai oleh guru, akan tetapi juga mereka seakan-akan diajak terlibat dalam proses penyajian.
4)      Menggunakan joke-joke yang menyegarkan, adalah kemampuan guru untuk menjaga agar kelas tetap hidup dan segar melalui penggunaan kalimat atau bahasa yang lucu.
5)      Korelasi, adalah langkah menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitannya dalam struktur pengetahuan yang telah dimilikinya.
6)      Menyimpulkan, adalah langkah dimana siswa dapat mengambil intisari dari proses penyajian.
7)      Mengaplikasikan, adalah langkah unjuk kemampuan siswa setelah mereka menyimak penjelasan guru dan guru dapat mengumpulkan informasi tentang penguasaan dan pemahaman materi pelajaran oleh siswa.
4.      Keunggulan dan kelemahan strategi ekspositori
1.      Keunggulan
a.       Guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran
b.      Strategi ini dianggap sangat efektif
c.       Melalui strategi ini siswa dapat mendengar melalui penuturan tentang suatu materi pelajaran.
d.      Bisa digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar
2.      Kelemahan
a.       Dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik.
b.      Tidak mungkin dapat melayani perbedaan setiap individu baik perbedaan kemampuan, pengetahuan dan gaya belajar.
c.       Lebih banyak digunakan melalui ceramah.
d.      Keberhasilan strategi ini sangat tergantung kepada apa yang dimiliki guru
e.       Lebih banyak terjadi satu arah














PENUTUP
1.      Kesimpulan
      Melalui pembahasan diatas dapat disimpulkan Strategi Pembelajaran Ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi secara optimal. Prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran ekspositori yaitu Berorientasi pada tujuan, Prinsip komunikasi, Prinsip kesiapan, dan Prinsip berkelanjutan.
      Prosedur Pelaksanaan Strategi Ekspositori seperti Rumuskan tujuan yang ingin dicapai, Kuasai materi pelajaran dengan baik, Kenali medan dan berbagai hal yang dapat mempengaruhi proses penyampaian. Lalu Keunggulan dan kelemahan strategi ekspositori terdapat beberapa point seperti Keunggulannya guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran. Sedangkan kelemahannya tidak mungkin dapat melayani perbedaan setiap individu baik perbedaan kemampuan, pengetahuan dan gaya belajar.
2.      Saran
      Semoga dengan adanya penjelasan dari makalah ini, penyusun maupun pembaca mampu dan bisa mengatasi masalah yang sedang di hadapi di dalam dunia pendidikan kita. Serta bisa menjadi acuan untuk menentukan strategi  pembelajaran yang tepat yang akan kita berikan kepada peserta didik.







DAFTAR PUSTAKA
ü  Dahar, Ratna Wilis. 1989. Teori Belajar. Jakarta: Erlangga.
ü  Sound dan Trowbridge. 1973. Teaching Siciency by Inquiry in the Scondary School. Columbus: Charles E. Marvil Publishing Company.
ü  Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi, standar proses pendidikan. Jakarta.
ü  http://education-mantap.blogspot.com/strategi-pembejaran-ekspositori/
ü  http://sunarto.wordpress.com/2009/03/09/pengertian-metode-ekspositori/
ü  http://www.blogspottemplate.com
ü  http://www.scribd.com/doc/23359685/metode-ekspositori/