Selasa, 09 November 2010

strategi pembelajaran kelompok 3


MAKALAH KELOMPOK
STRATEGI PEMBELAJARAN
SISTEM PEMBELAJARAN DALAM
STANDAR PROSES PENDIDIKAN

                                                   




Di Susun Oleh :
M. Ali Syahbana            09 22 255

Kelas C. 3. II
Dosen Pembingbing :
Nora Agustina M. Pd


UNIVERSITAS BATURAJA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
 NOVEMBER 2010

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah ini tanpa hambatan. Makalah ini akan membahas tentang Sistem Pembelajaran dalam Standar Proses Pendidikan. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada semua pihak yang senantiasa memberi dukungan kritik dan saran sehingga terselesaikannya makalah ini. Makalah ini kami susun berdasarkan ilmu-ilmu serta konsep yang kami dapatkan dari bahan yang berhubungan dengan materi Sistem Pembelajaran dalam Standar Proses Pendidikan.
Semoga makalah ini bermamfaat bagi penulis dan pembaca setelah memahami dan mengerti isi dari pembahasan makalah ini, tetapi di  dalam penulisan makalah ini masih banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kami  mengharapkan adanya kritikan serta saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
















DAFTAR ISI

Halaman……………………………………..…….…………………………………………i
Kata Pengantar…………………………...…………………………………………………..ii
Daftar Isi…………………………………………………………………………………......iii
  1. Pendahuluan
    1. Latar belakang…………………………………………..…………………....1
    2. Tujuan ………………………………….…………………………………....1
    3. Rumusan Masalah …………………………………………………………...1
  1. Pembahasan
    1. Pengertian dan kegunaan sistem…..……………………………………........2
    2. Factor-faktor yang berpengaruh terhadap sistem pembelajaran......………....3
    3. Komponen-komponen system pembelajaran..............………………...….....4
  1. Penutup
    1. Kesimpulan……………………………………………….……………….....7
    2. Saran…………………………………………………………........................7
  2. Daftar Pustaka














BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Penyusunan standar proses pendidikan dapat menentukan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sebagai upaya ketercapaian standar kompetensi lulusan. Dengan demikian, standar proses dapat dijadikan pedoman oleh setiap guru dalam pengelolaan proses pembelajaran serta menentukan komponen-komponen yang dapat mempengaruhi proses pendidikan.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menentukan kualitas proses pendidikan adalah pendekatan sistem. Melalui pendekatan sistem ini kita dapat melihat berbagai aspek yang dapat mempengaruhi keberhasilan suatu proses.

B.     Tujuan
Dengan adanya pembahasan materi ini makalah ini bertujuan agar mahasiswa/mahasiswi sekalian dan para pembaca dapat mengerti dan memahami lebih dalam lagi tentang bagaimana cara menentukan kualitas proses pendidikan melalui pendekatan sistem. Semoga kita juga mampu mengerti, memahami dan menerapkan sistem pembelajaran tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari.

C.     Rumusan Masalah
Ø  Pengertian sistem
Ø  Kegunaan sistem
Ø  Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sistem pembelajaran
Ø  Komponen-komponen sistem pembelajaran






BAB II
PEMBAHASAN
            Sistem Pembelajaran dalam Standar Proses Pendidikan

A.    Pengertian dan Kegunaan Sistem
            Sistem adalah satu kesatuan komponen yang satu sama lain saling berkaitan dan saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan pengertian tersebut, maka ada tiga hal penting yang menjadi karakteristik suatu sistem. Pertama, setiap sistem mempunyai tujuan. Tujuan merupakan ciri utama suatu sistem. Tujuan merupakan arah yang harus dicapai oleh suatu pergerakan sistem. Kedua, sistem selalu mengandung suatu proses. Proses adalah rangakaian kegiatan. Ketiga, proses kegiatan dalam suatu sistem selalu melibatkan dan memanfaatkan berbagai komponen atau unsur-unsur tertentu. Oleh karena itu, suatu sistem tidak mungkin hanya memiliki satu komponen saja. Sistem memerlukan dukungan berbagai komponen yang satu sama lain saling berkaitan.
            Sistem erat kaitannya dengan perencanaan. Perencanaan adalah pengambilan keputusan bagaimana memberdayakan komponen agar tujuan berhasil dengan sempurna. Contohnya, manusia merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen seperti komponen mata untuk melaksanakan fungsi penglihatan, komponen telinga untuk melaksanakan fungsi pendengaran dan lain sebagainya. Manakala salah satu atau sebagian besar komponen tidak berfungsi maka akan merusak sistem secara keseluruhan.
Sistem berfungsi untuk merancang suatu proses pembelajaran. Perencanaan adalah suatu proses dan cara berpikir yang dapat membantu menciptakan hasil yang diharapkan (Ely, 1979). Oleh karena itulah proses perencanaan yang sistematis dalam proses pembelajaran mempunyai beberapa keuntungan di antaranya :
1.      Melalui sistem yang matang, guru akan terhindar dari kesalahan mengajar.
2.      Melalui sistem perencanaan yang sistematis, guru dapat menentukan berbagai strategi yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
3.      Melalui sistem perencanaan, guru dapat menentukan berbagai langkah dalam memamfaatkan berbagai sumber dan fasilitas yang ada untuk ketercapaian tujuan.
B.     Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Sistem Pembelajaran
            Terdapat beberapa factor yang dapat mempengaruhi kegiatan proses sistem pembelajaran, diantaranya :
1.      Faktor Guru
      Guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu strategi pembelajaran. Menurut Dunkin (1974) ada sejumlah aspek yang dapat mempengaruhi kualitas proses pembelajaran dilihat dari faktor guru yaitu :
a.       Teacher formative experience, meliputi jenis kelamin serta semua pengalaman hidup guru yang menjadi latar belakang social mereka.
b.      Teacher training experience, meliputi pengalaman-pengamalaman yang berhubungan dengan aktivitas dan latar belakang pendidikan guru.
c.       Teacher properties adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan sifat yang dimiliki guru.
Selain latar guru seperti di atas, pandangan guru terhadap mata pelajaran yang diajarkan juga dapat pula mempengaruhi proses pembelajaran.
2.      Faktor siswa
      Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya. Perkembangan anak adalah perkembangan seluruh aspek kepribadiannya, akan tetapi tempo dan irama perkembangan masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama
Seperti halnya guru, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dilihat dari aspek siswa meliputi aspek latar belakang siswa yang menurut Dunkin yaitu :
a.       Pupil formative experience, aspek ini meliputi aspek latar belakang meliputi jenis kelamin siswa, tempat kelahiran, tempat tinggal siswa, tingkat social ekonomi siswa, dari keluarga yang bagaimana siswa berasal, dan lain-lain.
b.      Pupil properties, dilihat dari sifat yang dimiliki siswa meliputi kemampuan dasar, pengetahuan dan sikap.
3.      Faktor sarana dan prasarana
      Dilihat dari dimensi lingkungan ada dua faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran, yaitu factor organisasi kelas dan faktor iklim sosial-psikologis. Faktor organisasi kelas yang di dalamnya meliputi jumlah siswa dalam satu kelas merupakan aspek penting yang bisa mempengaruhi proses pembelajaran. Organisasi kelas yang terlalu besar akan kurang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kelompok belajar yang besar dala satu kelas bercenderungan :
a.       Sumber daya kelompok akan bertambah luas sesuai dengan jumlah siswa, sehingga waktu yang tersedia akan semakin sempit.
b.      Kelompok belajar akan kurang mampu memamfaatkan dan menggunakan semua sumber daya yang ada. Misalnya, dalam penggunaan waktu diskusi.
c.       Kepuasan belajar setiap siswa akan cenderung menurun.
d.      Perbedaan individu antara anggota akan semakin tampak, sehingga akan semakin sukar mencapai kesepakatan.
e.       Anggota kelompok yang terlalu banyak berkecenderungan akan semakin banyak siswa yang terpaksa menunggu untuk sama-sama maju mempelajari materi pelajaran baru.
f.       Anggota kelompok yang terlalu banyak akan cenderung semakin banyak siswa yang enggan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan kelompok.
Faktor lain dari dimensi lingkungan yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran adalah faktor iklim sosial-psikologis. Maksudnya, keharmonisan hubungan antara orang yang terlibat dalam proses pembelajaran. Iklim sosial ini dapat terjadi secara internal atau eksternal.
Iklim social-psikologis secara internal adalah hubungan antara orang yang terlibat dalam lingkungan sekolah, misalnya iklim sosial antara siswa dengan siswa, antara siswa dengan guru, antara guru dengan guru, bahkan antara guru dengan pimpinan sekolah. Iklim sosial-psikologis eksternal adalah keharmonisan hubungan antara pihak sekolah dengan dunia luar, misalnya hubungan sekolah dengan orang tua siswa, hubungan sekolah dengan lembaga-lembaga masyarakat, dan lain sebagainya.
C.     Komponen-komponen Sistem Pembelajaran
            Belajar adalah proses perubahan tingkah laku. Namun demikian, kita akan sulit melihat bagaimana proses terjadinya perubahan tingkah laku dalam diri seseorang. Sebenarnya kita bisa menentukan apakah seseorang telah belajar atau belum, yaitu dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. Coba kita simak bagan dibawah ini.
Input
S
S’
Proses
Output
 


            Dari bagan di atas, maka dapat kita lihat, bahwa telah terjadi proses belajar pada diri seseorang (S) manakala terjadi perubahan dari S sebagai input S’ sebagai output. Misalnya sebelum seseorang mengalami proses belajar, ia tidak tahu konsep tentang “X”, tapi setelah ia mengalami proses pembelajaran, ia jadi paham tentang konsep “X”, dengan demikian dapat dikatakan seseorang itu telah belajar. Sebainya, manakala sebelum mengalami proses pembelajaran ia tidak tahu tentang “X”, dan setelah ia mengalami proses pembelajaran masih tetap tidak tahu tentang “X”, maka dapat dikatakan bahwa sebenarnya ia tidak belajar atau proses pembelajaran dianggap gagal.
            Sebagai suatu sistem kita perlu menganalisis berbagai komponen yang membentuk system proses pembelajaran. Untuk itu coba kita lihat bagan dibawah ini.
S’
Proses
S
Output
Input
Tujuan
Isi/materi
Metode
Evaluasi
Media
 












           
            Dari bagan tersebut dapat dilihat bahwa sebagai suatu system, proses pembelajaran terdiri dari beberapa komponen yang satu sama lain saling berinteraksi. Komponen-komponen tersebut adalah tujuan, materi pelajaran, metode atau strategi pembelajaran, media dan evaluasi.
            Tujuan merupakan komponen yang penting dalam sistem pembelajaran. Isi atau materi pelajaran merupakan komponen kedua dalam system pembelajaran dan inti dalam proses pembelajaran. Strategi atau metode adalah komponen yang juga mempunyai fungsi yang sangat menentukan. Keberhasilan pencapaian tujuan sangat ditentukan oleh komponen ini. Alat dan sumber, walaupun fungsinya sebagai alat bantu, akan tetapi memiliki peran yang tidak kalah pentingnya. Dan evaluasi merupakan komponen terakhir dalam sistem proses pembelajaran. Evaluasi bukan saja berfungsi untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, tetapi juga berfungsi sebagai umpan balik bagi guru atas kinerjanya dalam pengelolaan pembelajaran. Melalui evaluasi kita dapat melihat kekurangan dalam pemamfaatan berbagai komponen system pembelajaran.
























BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan

Melalui pembahasan di atas dapat diperoleh pemahaman bahwa Sistem adalah satu kesatuan komponen yang satu sama lain saling berkaitan dan saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.  Ada tiga hal penting yang menjadi karakteristik suatu sistem. Pertama, setiap sistem mempunyai tujuan. Tujuan merupakan ciri utama suatu sistem. Kedua, sistem selalu mengandung suatu proses. Proses adalah rangakaian kegiatan. Ketiga, proses kegiatan dalam suatu sistem selalu melibatkan dan memanfaatkan berbagai komponen atau unsur-unsur tertentu.
Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan proses sistem pembelajaran, diantaranya faktor Guru, faktor siswa, faktor sarana dan prasarana.
B.   Saran

Semoga dengan adanya penjelasan dari makalah ini, penyusun maupun pembaca memahami tentang sistem pembelajaran dalam standar proses pendidikan kita. Serta bisa menjadi acuan untuk sitem pembelajaran yang akan kita lakukan pada pembelajaran yang sebenarnya.









DAFTAR PUSTAKA
ü  Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi, standar proses pendidikan. Jakarta.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar