RESUME
PENYUSUNAN KARYA ILMIAH BERDASARKAN JENISNYA
Disusun Oleh :
Kelompok 6
1. M. Ali Syahbana 09 22 356
Dosen Pembimbing : Elfiana, M.Pd
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BATURAJA
TAHUN AKADEMIK 2010/2011
PENYUSUNAN KARYA ILMIAH BERDASARKAN JENISNYA
A. Penyusunan Karangan Ilmiah Berupa Studi Pustaka
( Hartono Ruslijanto )
Menurut definisi, Studi Pustaka adalah suatu masalah, yang kemudian ditelaah dan dibandingkan dan ditarik kesimpulan. Seperti layaknya karangan ilmiah, studi kepustakaan pun terdiri dari bagian pembuka, bagian tubuh/isi dan bagian penutup.
Bagian pembukaan berisi pendahuluan yang menjelaskan latar belakang masalah yang dilanjutkan dengan perumusan masalah. Tinjuan singkat dan tujuan/manfaat yang ingin dicapai atau diharapkan.
Bagian tubuh berisi uraian masalah dan pembahasan diskusi. Penyusunan bagian pembahasan ini sering sekali menjadi keluhan, karena dianggap sukar oleh para penulis karangan ilmiah. Kemungkinan besar ini disebabkan karena pemilihan masalahnya yang tak benar, misalnya : Etiologi dan gambaran klinis chemical burn dalam mulut. Mengenai chemical burn ini tak ada yang perlu diperdebatkan yang baru sehingga tak ada manfaatnya untuk dibahas. Karena semuanya serba jelas maka akhirnya pembahasan tak dapat dibuat/memberi kesan dipaksakan. Jika pemilihan masalahnya tepat misalnya : Halitosis ditinjau dari penyebabnya dan upaya penanggulangannya maka bagian pembahasan mudah dibuat.
Bagian penutup dapat berupa kesimpulan yang berisi jalan keluar penyelesaian masalah yang telah dibahas, misal : Dari pembahasan tiap-tiap faktor penyebab dari halitosis maka dapat disimpulkan faktor penyebab/kombinasi faktor penyebab dari halitosis yang kemungkinan besar sering terjadi di Indonesia beserta faktor-faktor yang mendasarinya. Kesimpulan ini umumnya terlihat sebagai suatu pernyataan yang singkat dan jelas. Bagian penutup dapat berupa ringkasan yang merupakan uraian penting dari karangan ilmiah tersebut. Ringkasan tidak merupakan pengulangan pendahuluan dan tidak mengemukakan sesuatu hal yang baru.
Jika suatu karangan ilmiah sudah menyajikan abstrak pada awal karangan ilmiah, ringkasan tidak diperlukan lagi, kecuali bila penulis bermaksud untuk memisahkan abstrak dari karangan ilmiah untuk dimuat dalam suatu majalah yang memuat kumpulan abstrak seperti Dental Abstract. Bagian penutup sering juga berikan saran.
B. Penyusunan Karya Ilmiah Berupa Laporan Kasus ( Hartono Ruslijanto )
Menurut definisi, laporan kasus adalah suatu karangan ilmiah yang berisikan laporan tentang sesuatu hasil pengamatan atau tindakan dalam memecahkan suatu masalah yang belum banyak diketahui. Dalam laporan kasus dibahas kasus yang dijumpai di klinik dan yang ditangani sendiri oleh penulis, kasus yang sifatnya rutin tak banyak manfaat.
Seperti karya ilmiah berupa studi pustaka, laporan kasus juga terdiri dari bagian pembukaan, bagian tubuh dan bagian penutup. Bagian pembukaan laporan kasus juga berisi latar belakang mengapa kasus ini dilaporkan disertai tujuan pelaporannya. Terdapat juga tinjauan pustaka yang berhubung dengan kasus yang dikemukakan dan apa permasalahannya hendaknya dicantumkan dengan jelas.
Kesalah yang sering dilakukan terutama oleh para penulis pemula. Mereka sering sekali mengemukakan semua masalah dalam tinjauan pustaka. Contoh : Suatu laporan kasusu dengan judul “ Epulis Fibromatosa karena Malposisi dan Kalkulus serta Penatalaksanaanya.”
Pada bagian tubuh biasanya berisikan informasi 1-2 kasus yang terbaik dan pembahasan ( diskusi ). Informasi kasus yang dilaporan dapat disusun menurut suatu ragangan ( outline ). Ragangan itu dapat bervariasi tergantung pada apa yang ingin dilaporkan. Contoh : jika yang ingin dilaporkan suatu teknik perawatan yang baru/khas maka raganganganya adalah sebagai berikut:
- bagaimana keadaan penderita sebelum perawatan
- teknih perawatan
- proses perawatan
- keadaan penderita pasca perawatan
- progonis
Bagian penutup laporan kasus berisikan kesimpulan. Bila perlu dapat ditambal dengan saran-saran, ringkasan dan pernyataan terima kasih . Tidak semua kasus layak dipublikasikan. Kasus-kasus yang patut dipublikasikan adalah :
- Teknik-teknik pengobatan yang telah diuji, atau cara-cara perawatan yang khas yang dapat dipakai sebagai panutan untuk pengelolaan penderita dengan masalah-masalah yang menyulitkan.
- Lesi-lesi yang jarang atau tidak biasa
- Kasus-kasus biasa tetapi menunjukkan gambaran klinis atau mikroskopik/sifat-sifat yang tidak biasa atau atipis.
- Bahan-bahan kedokteran gigi mutakhir yang lebih sempurna atau unggul.
Pada penulisan laporan kasus sebaiknya :
- Dihindarkan penulisan nama lengkap dengan cara menuliskan inisial saja.
- Pemuatan foto-foto penderita hendaknya ditutup matanya dan sebaiknya dimintakan izin dahulu pada penderitanya atau keluarganya
- Untuk penyebutan obat-obat yang dipakai dalam pelaksanaan kasus penggunaan nama dagangan hendaknya dihindari dan disebutkan saja nama generiknya. Tetapi jika ada pertimbangan yang penting dan sesuai, nama dagangan suatu obat boleh dimuat dengan huruf miring.
- Pengungkapan jangka waktu hendaknya dinyatakan dengan jelas, misalnya : tiga hari setelah perawatan/pembedahan.
C. Penyusunan Karya Ilmiah Berupa Laporan Hasil Penelitian
( Datu mulyono )
Menulis laporan hasil penelitian bukan sekedar mengarang, melainkan lebih bersifat organisasi, memilah-memilah materi yang tersedia, melengkapi dan menyusunnya sesuai dengan format dan sistematika yang berlaku.
Mengapa ilmu berkewajiban menuliskan hasil penelitian? Karena ia berhutang budi kepada peneliti-peneliti lain yang karya-karyanya telah dibaca dan memberinya inspirasi untuk melakukan penelitian. Menyampaikan hasil penelitian secara lisan saja belum cukup karena komunukasi lisan terbatas lingkup jangkauannya dan cepat pudar.
Laporan hasil penelitian berupa monografi, yaitu buku yang melaporkan hasil satu penelitian saja, atau makalah yang dimuat dalam majalah ilmiah bersama dengan makalah-makalah lain.
MONOGRAFI
Adapun unsur-unsur pokok laporan hasil penelitian berupa monografi adalah sebagai berikut :
A. Bagian Awal yang terdiri atas
1. Sampul
Sampul terbuat dari kertas tebal dan berisi :
a. Judul
b. Nama penelitian/para peneliti
c. Tempat bekerja peneliti/para peneliti
d. Kota
e. Tahun
Judul
Unsur penting dalam karya ilmiah, yaitu yang pertama kali dibaca dan yang menentukan apakah pembaca akan membaca karangan tersebut, ialah judul. Oleh karena itu, judul harus dapat memancing perhatian dan memberi informasi yang cukup banyak.
Ciri-ciri judul adalah sebagai berikut ;
1. Membayangkan isi karangan
2. Tidak terlalu panjang dan hemat kata
Judul yang terlalu panjang tidak akan dibaca dan judul yang terlalu pendek membingungkan pembaca. Karena itu judul dibuat tidak lebih dari lima belas kata.
Contoh:
HUBUNGAN KEPARAHAN MALOKLUSI DENGAN TINGKAT
KEBERSIHAN MULUT DAN KESEHATAN GIGI
Studi Epidemiologis pada Anak Sekolah Usia 12-14 tahun
Di DKI Jakarta
3. Spesifikasi dan jelas
Contoh judul yang kurang spesifikasi ialah :
PENGARUH ANTIBIOTIKA PADA BAKTERI
Dalam hal ini baiknya dijelaskan antibiotika itu apa, pengaruhnya pada bakteri itu apa dan pengaruhnya dalam aspek apa (misalnya pertumbuhan). Dalam penulisan judul tidak dibenarkan utuk menggunakan nama paten, rumus kimia, istilah jargon ( jacob, 1982 ). Yang dimaksud dengan istilah jargon atau istilah selingkung adalah istilah yang hanya dikenal dan digunakan dalam lingkungan yang terbatas saja.
Contoh : rolation, bila yang dimaksud ialah sterilisasi saluran akar.
kontrol amalgam, bila yang dimaksud ialah poles.
Nama Peneliti dan Tempat Bekerja
Nama peneliti/para peneliti ditulis seperti wajar, tanpa mencantumkan gelar apapun. Bila penelitian dilakukan oleh beberapa orang, peneliti yang paling banyak menyumbangkan pikiran ditulis terdahulu, diikuti penelitia-peneliti lain, sesuai dengan besar kontribusi masing-masing. Bila kontribusi para peeliti sama-sama besarnya, nama peneliti dapat dicantumkan menurut serioritas atau menurut abjad.
Instansi/Lembaga/Perguruan Tinggi tempat penelitian bekerja dicantumkan dibawah nama peneliti. Bila peneliti sudah memasuki masa purnabakti, dapat dituliskan alamat.
2. Halaman Judul
Halaman judul adalah lembar pertama sesudah judul, dicetak diatas kertas yang digunakan dalam seluruh naskah monografi, dan berisi butir-butir yang terdapat pada sampul, dengan susunan yang sama pula.
3. Prakata
Prakata berisi uraian tentang :
a. Maksud dan tujuan peneliti serta manfaatnya
b. Penjelasan-penjelasan lain, misalnya adanya perubahan kecil dari rencana yang tertulis dalam usulan penelitian karena adanya kendala diluar dugaan. Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan, pemberi dana, subyek penelitian, petugas lapangan, laboran, pustakawan, pengetik, juru gambar, orang tua dan keluarga.
4. Daftar isi
Daftar isi memberi gambaran yang menyeluruh tentang isi laporan penelitian. Adapun cara penomoran halaman dilakukan sebagai berikut : halaman-halaman bagian awal diberi nomor depan dengan angka romawi kecil ( i, ii, iii, iv ) sedangkan halaman-halaman bagian utama sampai dengan bagian akhir diberi nomor dengan angka arab ( 1, 2, 3, 4 )
5. Daftar Table ( kalau terdapat banyak table )
6. Daftar gambar/grafik ( kalau terdapat banyak gamabaran/grafik )
7. Intisari ( Abstrak ) dan Kata kunci
Abstrak berisi tujuan utama penelitian, relevansinya, masalah dengan pemecahannya, metodologi, hasil, ruang lingkup peneliti, dan kesimpulan yang pokok-pokok. Abstrak tidak boleh ada gambar, foto atau tabel berbeda dengan Ringkasan Abstrak harus dapt berdiri sendiri dab sering dibukukan menjadi kimpulan abstrak. Seperti dental Abstract, Biologika Abstract, Chemical Abstract Current Contents (Jacob. 1982. Suryo. 1987).
B. Bagian Utama yang terdiri atas
1. Pendahluan
Unsur-unsur dalam pendahuluan ialah :
a. Latar belakang mengapa penelitian perlu dilakukan, misal karena pentingnya topik.
b. Rumusan masalah yang dapat disajikan dalam kalimat pertanyaan atau kalimat pertanyaan yang menggugah perhatian. Contoh: Apakah ada kolerasi antara tingkat keparahan maloklusi dan tingkat kebersihan gigi dan mulut pada anak usia 12-15 tahun di DKI Jakarta.
c. Kegunaan dan manfaat penelitian dalam penerapannya di lapangan, bagi Negara, maupun dalam menunjang kemajuan iptek.
2. Tinjauan pustaka
Dalam tinjauan pustaka diungkapkan teori-teori yang relevan dan menunjang dilakukannya penelitian. Bagian ini dapat berisi bukti bahwa masalah penelitian belum terjawab, landasan teori untuk pemecahan masalah dan penyusuan hipotensi, juga hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan hal yang teliti ( Suryo, 1987 ).
Untuk dapat menyajikan tinjauan pustaka yang baik, peneliti perlu banyak sekali membaca, memilah-milah serta menyaring apa yang telah dibaca dan menyusunnya dalam alur yang sistematis, logis, kronologis.
3. Hipotesis ( kalau ada )
Selanjutnya dirumuskan hipotesis, Yaitu jawaban sementara atas masalah penelitian, yang kebenaranya masih harus dibuktikan secara empirik. Sebelum hipotesis dirumuskan, perlu disajikan dasar pemikiran yang terdiri atas premisi-premisi yang menunjang penarikan hipotesis tersebut. Contoh : Ada kolerasi antara tingkat keparahan maloklusi dan tingkat kebersihan gigi dan mulut pada anak 12-15 tahun di DKI Jakarta.
4. Metode Penelitian
a. Jenis penelitian, misal : diskusi, observasional, eksperimental
b. Rancangan penelitian, misal : cross sectional ( potong silang ), case control ( kasus kelola ), cohort.
c. Populasi penelitian, misal: mahasisa FKG. Usakti Angkata 1994/1995 atau Penduduk Kelurahan Grogol usia 18-25 tahun.
d. Ciri dan kriteria Subjek, misalnya: usia 18-25 tahun, gigi tetap lengkap kecuali molar ketiga, belum dirawat ortodontik, wajah serasi.
e. Pengambilan sampel, misalnya: simple random samplane, stratitied random sampling, multi stage random sampling
f. Jumlah sampel dan penjumlahannya
g. Variabel penelitian, baik variabel bebas, variabel tergantung, variabel luar yang dikendalikan, maupun yang tidak dikendalikan
h. Definisi operasional variabel, disini didefinisikan variabel-variabel penelitian sedemikian rupa sehingga variabel-variabel tersebut dapat diukur.
i. Cara kerja. Cara pelaksanaan penelitian dikemukakan dengan rincian berikut perlakuan, pengamatan variabel, pengumpulan data, pengukuran pengisian kuesinior, dan analisis data yang digunakan.
j. Analisis Data. Perhitungan statistik yang digunakan untuk menguji hipotensis dikemukakan pula, misal uji Z kuadrat, korelasi, anova Student-t, dan sebagainya.
Hasil penelitian
Hasil penelitian merupakan bagian yang terpenting dalam laporan penelitian. Meskipun kadang kala merupakan bagian yang tersingkat. Hasil penelitian biasanya dalam bentuk tabel, yang dapat berdiri sendiri sehingga pembaca mendapat gambaran selayang pandang tentang hasil penelitia tanpa membaca seluruh naskah. Oleh karen itu tabel harus I desain dengan cermat dan di beri judul yang komperhensif. Kesimpulan analisa statistik diinterpretasikan dengan kata-kata mudah dimengerti.
Perlu diingat penelitian bahwa pembuktian ketidak benaran sesuatu yang semula dianggap benar, itu sendiri merupakan sumbangan yang berarti bagi khasanah ilmu pengetahuan. Meski demikian tidak dapat disangkal setiap penelitian menginginkan agar hipotesis yang diajukanya terbukti. Untuk mengetahui ketidak benaran hipotesis diperlukan jiwa yang benar, jiwa seorang ilmuwan.
5. Pembahasan ( Diskusi )
Hipotesi yang tidak terbukti ditelaah, faktor apa saja yang menyebabkannya. Mungkin hal itu disebabkan karena adanya variabel penting yang tidak diperhitungkan dalam rancangan penelitian, penggunaan alat ukur yang kurang peka.
6. Kesimpulan
Kesimpulan bukan hasil penelitian melainkan interprestasi penulis tentang hasil penelitian. Kesimpulan harus singkat dan padat. Sesudah membaca pendahuluan orang pasti beralih pada kesimpulan. Setelah itu baru membaca keseluruhan.
Dari hasil penelitiannya, seorang peneliti mungkin merasa perlu memberikan saran kepada peneliti lain, instansi tertentu atau pemerintah.
C. Bagian Akhir yang terdiri atas
1. Daftar pustaka
Daftar pustaka dapat ditulis dengan berbagai cara yang baku. Namun kesemuanya dapat dikembalikan pada dua sistem, yaitu nama penulis disusun menurut abjad dan nama penulis disusun menurut urutan pemunculannya dalam naskah laporan dan diberi nomor urut.
2. Lampiran ( kalau ada )
Hanya bila dirasa perlu saja, pada akhir laporan ditambahkan lampiran yang dapat berisi data kasar, perhitungan statistik.
MAKALAH DALAM MAJALAH
- Bagian Awal yang terdiri atas :
1. Judul
2. Nama Peneliti dan Tempat Bekerja
3. Intisari ( Abstrak ) dan Kata Kunci
- Bagian Utama yang terdiri atas :
1. Pendahuluan
2. Tinjauan Pustaka
3. Hipotensi
4. Metode Penelitian
5. Hasil Penelitian
6. Pembahasan
7. Kesimpulan
8. Ucapan Terima kasih
- Bagian Akhir yang terdiri atas :
1. Daftar Pustaka
2. Lampiran
Demikianlah sedikit uraian tentang cara penulisan laporan hasil penelitian sebagai monografi dan makalah. Namun bila kita memasukkan laporan kita dalam majalah ilmiah yang bersekala internasional, kita harus membatasi uraian kita sesingkat mungkin. Unsur-unsur dalam laporan penelitian berupa makalah dapat direduksi menjadi :
- Pendahuluan
- Bahan dan Cara
- Hasil Penelitian
- Diskusi
- Kesimpulan
- Kepustakaan
Kerangka ini dapat disingkat menjadi “ Pembaca Hidup Kekal”. Dalam hal ini Tinjauan pustaka dipadatkan dalam pendahuluan, bahkan hasil dari diskusi masih dapat digabung menjadi satu, daftar pustaka baiknya disusun sesuai dengan aturan yang khusus berlaku pada penerbitan tersebut.